Pelalawan

Serapan APBD 2017 Capai 86,87 Persen, BPKAD Pelalawan Klaim Sudah Maksimal

BPKAD mengklaim serapan anggaran itu sudah maksimal dan melebih target yang ditetapkan.

Serapan APBD 2017 Capai 86,87 Persen, BPKAD Pelalawan Klaim Sudah Maksimal
rri.co.id
ilustrasi apbd 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan mencatat serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 sebesar 86,87 persen.

Angka itu didapat hingga transaksi terakhir tanggal 31 Desember.

BPKAD mengklaim serapan anggaran itu sudah maksimal dan melebih target yang ditetapkan.

Realisasi meningkat jika dibandingkan tahun 2016 lalu yang hanya 81 persen lebih.

"Realisasi kita tahun ini 86,87 persen, naik dari tahun lalu berkisar 81 persen. Target terpenuhi jika serapan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya," papar Sekretaris BPKAD Pelalawan, Hanafi, kepada tribunpelalawan.com, Selasa (9/1/2018).

Hanafi menjelaskan angka 86,87 persen setara dengan Rp 1,362.915.067.267,67 dari total APBD 2017 pada perubahan Rp 1,5 Triliun.

Baca: Bertemu di Rumah Ketum Golkar, Andi Rachman Akui Ada Pembahasan Duet Dirinya dengan M Harris

Baca: Poros Baru Muncul di Pilgub Riau 2018, PKB-Gerindra Usung Calon Sendiri

Hanya sekitar 14 persen lagi anggaran yang tak terealisasi pada tahun 2017.

Dari 14 persen itu, 12 persen diantaranya yakni Dana Alokasi Khusus Dana Reboisasi (DAK-DR) yang selama ini terendap di Kas Daerah (Kasda).

DAK-DR sebesar Rp 183 Miliar sama sekali tidak dapat digunakan ataupun diganggugugat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

Karena berbenturan dengan dasar hukum yang tidak memungkinkan di daerah ini.

"Kalau DAKDR memang tak bisa diserah, sudah pasti sisa. Jadi anggaran yang tak terserap itu hanya 2 persen saja dari APBD kita," tambahnya.

Penulis: johanes
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help