Ada Masa Pemeliharaan, Wako Dumai Sebut Wajar Ada Kerusakan

Walikota Dumai, Zulkifli AS menyebut wajar ada kerusakan pada bagian Astaka MTQ Provinsi Riau di Kota Dumai

Ada Masa Pemeliharaan, Wako Dumai Sebut Wajar Ada Kerusakan
tribunpekanbaru/fernando
Ada bagian tiang astaka MTQ di Bukit Gelanggang, Kota Dumai tampak menggantung. Sejumlah pekerja masih menggesa proyek ini. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAITIMUR - Walikota Dumai, Zulkifli AS menyebut wajar ada kerusakan pada bagian Astaka MTQ Provinsi Riau di Kota Dumai. Astaka permanen di areal Taman Bukit Gelanggang terdapat retak dan noda pada beberapa bagian. Astaka tersebut kini dalam proses pemeliharaan.

"Selama satu bulan pasca MTQ kondisinya memang ada yang rusak dan kotor. Tapi sekarang masuk dalam masa pemeliharaan," papar Zul AS kepada Tribun, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, proses pemeliharaan masih tanggung jawab rekanan. Zul AS menilai tidak ada masalah kala rekanan melakukan perbaikan atau pembenahan di beberapa bagian. Ia menyebut proses pemeliharan sesuai komitmen awal dalam pengerjaan astaka.

Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dumai, Riau Satriya menyebut bahwa 5 persen dari kontrak pembangunan astaka MTQ Riau di Kota Dumai untuk pemeliharaan. Total pembangunan astaka di areal Taman Bukit Gelanggang menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar.

Pria disapa Rio menyebut bahwa rekanan sudah melakukan pemeliharaan terhadap astaka. Rencananya proses pemeliharaan bakal berlangsung hingga enam bulan mendatang. Ia memastikan tidak ada pengerjaan baru atau pemasangan baru pada bagian astaka.

"Kini sudah masuk proses pemeliharaan. Jadi yang terdapat retakan dan rusak, kami minta untuk diperbaiki," ujar pria berkacamata ini.

Pihak CV.Guridam Sakti yang menjadi rekanan untuk pembangunan astaka. Rekanan melakukan proses pembangunan Astaka sejak awal November 2017. Para pekerja menuntaskan proyek Astaka dalam waktu satu bulan.

Mereka memasang pondasi yang kokoh untuk menopang empat pilar di astaka tersebut. Wahana Enginering Consultant menjadi pengawas pada proyek ini. Mereka membangun Astaka dengan panjang 41 meter dan 6,8 meter. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help