Hakim Pertanyakan Kebijakan Zulkifli Angkat Honorer untuk Pelayanan Penerbitan IUJK

Mereka didakwa menerima uang pungli dalam pengurusan IUJK yang seharusnya tidak dipungut biaya.

Hakim Pertanyakan Kebijakan Zulkifli Angkat Honorer untuk Pelayanan Penerbitan IUJK
tribunpekanbaru/ilhamyafiz
Sidang Lanjutan Dugaan Pungli Dinas PU Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Majelis Hakim dalam persidangan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap penerbitan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK), Selasa (9/1/2018) malam mempertanyakan kebijakan terdakwa, Zulkifli Harun selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru yang menempatkan pegawai honorer tak berkompeten dalam pelayanan penerbitan IUJK.

"Kalau saudara tahu ketat dan pentingnya IUJK ini kenapa saudara tempatkan mereka (pegawai honorer,red) di sana ?. Contoh kan harus ada kros cek ke lapangan mengenai kantor, bisa tidak dia begitu ?," Cecar hakim anggota Ahmad Drajat kepada terdakwa Zulkifli Harun.

Staf honorer yang ditempatkan dalam pelayanan IUJK tersebut juga duduk sebagai terdakwa.

Baca: Tak Ingin Pelaku Lolos Polisi Kejar-kejaran dengan Jambret Hingga Masuk Gang Kecil

Baca: Dilaporkan Hilang, Sosok Wanita Ditemukan Jadi Mayat, Sudah 6 Hari Meninggal

Baca: Sidang Lanjutan Dugaan Pungli Dinas PU Pekanbaru Digelar Maraton Hingga Malam

Mereka didakwa menerima uang pungli dalam pengurusan IUJK yang seharusnya tidak dipungut biaya.

Ketiga staf honorer yang menjadi terdakwa itu, M.Khairil, Said Alkudiri, dan Martinus.

Ketiganya tidak memiliki latar belakang pendidikan teknik, dan sertifikat teknis terkait jasa konstruksi.

Sidang Selasa malam kemarin beragendakan mendengar keterangan saksi mahkota dan pemeriksaan terdakwa.

Sidang berlangsung secara maraton dari sore hingga malam hari.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help