TribunPekanbaru/

Dumai

Jadi Lokasi Pemulangan TKI Bermasalah, Ada Dua Gelombang Kepulangan Lewat Dumai

Para TKI ketahuan bekerja hanya berbekal paspor dan tidak memiliki dokumen bekerja di luar negeri.

Jadi Lokasi Pemulangan TKI Bermasalah, Ada Dua Gelombang Kepulangan Lewat Dumai
TribunPekanbaru/Fernando Sikumbang
Sejumlah TKI non prosedural didata oleh Petugas Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Dumai, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAITIMUR- Dumai terpaksa jadi lokasi pemulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) non prosedural. Dumai seharusnya bukan lokasi pemulangan WNI overstay atau para TKI bermasalah. Awal tahun 2018 saja ada dua gelombang kepulangan TKI tanpa dokumen kerja.

Data Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Dumai, ada 125 TKI non prosedural terpaksa pulang ke tanah air lewat Dumai di awal tahun 2018. Gelombang pertama pada 4 Januari 2018 sebanyak delapan orang TKI bermasalah pulang lewat Dumai.

Pihak Diraja Malaysia kembali memulang 117 TKI bermasalah melalui Pelabuhan Pelindo Dumai. Ada 50 TKI perempuan dan 57 TKI pria. Pada 2017 silam ada 193 TKI non prosedural harus kembali ke tanah air.

Mereka ketahuan bekerja hanya berbekal paspor. Para TKI tersebut tidak memiliki dokumen bekerja di luar negeri. Proses pemulangan para TKI non prosedural mulai terlihat sejak 25 September 2017.

Gelombang kepulangan paling banyak terjadi pada Oktober 2017. Total Pihak Imigrasi Diraja Malaysia memulangkan 118 TKI non prosedural selama tahun 2017. Paling banyak terlihat pada 25 Oktober 2017 adalah 70 orang TKI non prosedural.

Pada Bulan November ada 64 TKI non prosedural. Gelombang kedatangan TKI non prosedural yang terakhir pada 7 November 2017 sebanyak 17 orang TKI non prosedural.
Mereka kini berada di Pos P4TKI Dumai menanti jadwal kepulangan ke daerah asal.

"Pelabuhan Dumai bukan jadi satu tujuan deportasi atau pemulangan WNI atau TKI bermasalah, kalau memang perlu ya sebaiknya Dumai dibuka jadi pintu pemulangan," tegas Koordinator P4TKI Dumai Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, Humisar Saktipan Viktor Siregar kepada Tribun, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, pihak P4TKI merasa dilema ketika tidak ada anggaran untuk menangani proses pemulangan para TKI bermasalah ke daerah asalnya. Ia berharap untuk ke depan pemulangan TKI bermasalah bisa melibatkan instansi terkait. Para TKI bermasalah butuh biaya pulang ke daerahnya.

Mereka harus pulang secara mandiri. Pihak P4TKI berupaya melindungi dan mengamankan para TKI bermasalah yang terpaksa pulang ke tanah air.

"Saat ini kamk tidak mungkin membiarkan para TKI. Kami berupaya fasilitasi kepulangan para TKI ke daerah asal," tegas Viktor.(fer)

Tags
TKI
Penulis: Fernando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help