TribunPekanbaru/

Istana Siak Dibakar

Pembakaran Istana Siak, Kriminolog UIR: Bisa Dianalisa dengan Routinity Activity Theory

Hal-hal lain yang menonjol dalam kejadian pembakaran ini, yakni ditemukannya bahan pokok pelaku pembakaran di tempat kejadian perkara.

Pembakaran Istana Siak, Kriminolog UIR: Bisa Dianalisa dengan Routinity Activity Theory
Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR), Kasmanto Rinaldi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR) Kasmanto Rinaldi, mempunyai pandangan sendiri soal kasus dugaan pembakaran dengan sengaja bagian dalam istana Siak beberapa hari yang lalu oleh orang tak bertanggungjawab.

Disebutkan pria yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fisipol UIR ini, terkait peristiwa yang menyita perhatian publik itu, dalam kajian kriminologi, bisa dianalisa dengan 'Routinity Activity Theory'.

Terjadinya suatu peristiwa kejahatan bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain yaitu adanya motivasi dari pelaku itu sendiri, adanya target atau sasaran yang layak serta adanya faktor berupa pengawasan yang lemah.

"Dalam konteks ini kita bisa saja mengasumsikan ada beberapa hal yang memungkin merupakan penyebab kejadian ini. Terlebih dalam konteks kejahatan pada umumnya, biasanya sangat berkaitan dengan unsur keuntungan yang didapat oleh pelaku," kata dia saat diwawancarai, Rabu (10/1/2018).

Diterangkan Kasmanto, biasanya pelaku menjadi 'penjahat' kalau ada keuntungan yang akan dia peroleh dari aksi kejahatan itu sendiri.

Baca: Bupati Syamsuar Ungkap Pelaku Pembakar Bagian Dalam Istana Siak

Baca: Cari Tahu Pelaku Pembakaran di Istana Siak Polisi Sudah Periksa 11 Saksi 

Jika menelisik dari perspektif ini, lalu apa sesungguhnya keuntungan yang bisa didapat si pembakar tadi dengan melakukan pembakaran terhadap Istana Siak yang notabene adalah tempat untuk berwisata dan situs sejarah?

Di mana tidak hanya milik Kabupaten Siak, namun sudah menjadi ikon keberadaan Kerajaan Melayu di Provinsi Riau.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help