Pelalawan

Polsek Pangkalan Kuras Razia Warnet, Temuannya Cukup Mencengangkan

"Mereka rata-rata pernah terlibat tindak pidana. Bahkan ada yang residivis. Ini yang perlu diawasi," tambahnya.

Polsek Pangkalan Kuras Razia Warnet, Temuannya Cukup Mencengangkan
TribunPekanbaru/Johanes
Sebelas pemuda dan remaja yang dimankan Polsek Pangkalan Kuras saat razia cipta kondisi ke warung internet, Rabu (10/1). Mereka dilepaskan setelah didata, didokumentasi, dan dibuat surat pernyataan. 

Laporan Wartawan Tribunpelalawan.com: Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KURAS- Personil Polsek Pangkalan Kuras menggelar razia Cipta Kondisi (Cipkon) pada Rabu (10/1) sekitar pukul 10.30 wib. Operasi kali ini menyasar kenakalan remaja yang sedang marak di wilayah hukumnya.

Razia Cipkon dipimpin langsung oleh Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Ali Ardi SH M.Si berserta lima orang personilnya. Untuk menekan kenakalan remaja, polisi menyambangi warung Internet (Warnet) yang beroperasi. Ada beberapa warnet dirazia dan polisi mengamankan pemuda dan remaja tanpa identitas.

"Ada sebelas orang yang kita amankan. Karena tidak memiliki identitas. Jadi kita bawa ke kantor dan didata," ungkap Kapolsek Ali Ardi kepada tribunpelalawan.com.

Dijelaskannya, personil awalnya mendatangi Liza Net milik Zulfikar yang terletak di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kelurahan Sorek Satu, Pangkalan Kuras. Namun di warnet itu tidak ada pengunjung. Kemudian petugas bergeser ke Hai Net milik Eko di Jalan Sunting Bidadari Kelurahan Sorek Satu. Dari lokasi ini diamankan lima orang tanpa identitas yakni KR (21), CS (17), RD (17), JW (18), dan RI (15).

Selanjutnya polisi menuju Didot Net milik Adi di Jalan Datuk Laksamana, Sorek Satu. Disini ada tiga orang pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) diantaranya RA (16), MF (16), dan WA (15). Ada juga tiga orang pemuda tanpa identitas yaitu WA (20), IS (17), dan YP (19).

"Setelah didata dan diperiksa, mereka rata-rata pernah terlibat tindak pidana. Bahkan ada yang residivis. Ini yang perlu diawasi," tambahnya.

Kompol Ali Ardi merincikan, hasil interogasi ada dua orang remaja yang pernah terlibat sebagai pelaku pencurian buah di Pasar Sorek. Ada juga yang mengaku pernah memakai narkoba. Satu orang diantaranya juga seorang resedivis persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Seluruh pemuda dan remaja yang diamankan dilakukan dokumentasi dan didata. Sementara bagi yang berstatus pelajar dilakukan pemanggilan terhadap orangtua dan guru sekolah serta dibuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan serupa.(*)

Baca: Anggaran Operasional RSUD Pekanbaru Rp 6 Miliar, Dewan: Belum Bisa Dipastikan Cukup Setahun 

Baca: VIDEO: Ini Klarifikasi PKS Terkait Batalnya UAS Berikan Ceramah di Markaz Dakwah PKS

Baca: Andi Rachman-Suyatno akan Didampingi Istri saat Daftar ke KPU Riau

Penulis: johanes
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help