Sidang Lanjutan Dugaan Pungli Dinas PU Pekanbaru Digelar Maraton Hingga Malam

Sidang dengan empat orang terdakwa ini bahkan sempat diskors selama 20 menit untuk istirahat makan malam dan salat Magrib.

Sidang Lanjutan Dugaan Pungli Dinas PU Pekanbaru Digelar Maraton Hingga Malam
tribunpekanbaru/ilhamyafiz
Sidang Lanjutan Dugaan Pungli Dinas PU Pekanbaru 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.CIM,PEKANBARU- Sidang lanjutan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pungutan Liar (Pungli) Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (SUIJK) di Dinas PU Kota Pekanbaru kembali digelar, Selasa (10/1/2018) malam di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Sidang yang mengagendakan pemeriksaan saksi mahkota dan pemeriksaan terdakwa ini berlangsung secara maraton mulai sore hari hingga berakhir pada malam, sekitar Pukul 21:00 WIB.

Sidang dengan empat orang terdakwa ini bahkan sempat diskors selama 20 menit untuk istirahat makan malam dan salat Magrib.

Sidang dipimpin Hakim Ketua, Toni dengan dua hakim anggota, Ahmad Drajat, dan Dahlia Panjaitan.

Keempat terdakwa antara lain, Zulkifli Harun selaku mantan Kepala Dinas PU, dan tiga orang ataf honorer di dinas itu, M.Khairil, Said Alkudiri, dan Martinus.

Baca: Ratusan TKI Non Prosedural Dipulangkan Lewat Dumai

Baca: Pembakaran Istana Siak, Kriminolog UIR: Bisa Dianalisa dengan Routinity Activity Theory

Para terdakwa saling memberi keterangan untuk terdakwa lainnya.

"sekarang di sini yang kita buktikan dana Pungli. Yang kewajiban JPU adalah membuktikan dakwaan," ungkap Hakim Ketua Toni kepada para pihak.

Sementara itu, perkara ini diungkap oleh Polda Roau melalui tim Sapu Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli).

Dalam proses pengungkapannya, tim Saber Pungli Polda Riau pada Bulan April lalu, tepatnya, Senin (10/42017) sore mengamankan enam orang dari Kantor Dinas PU Pekanbaru.

Di antara keenamnya terdapat Kepala Dinas (Kadis) PUPR.

Setelah melalui proses penyidikan ditetapkanlah empat orang tersangka dalam kasus ini.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help