TKI Wanita Ini Kena Gerebek Imigrasi Diraja Malaysia Saat Tidur

Nani masih ingat betul kala Petugas Imigrasi Diraja Malaysia menggerebek satu penginapan pekerja Indonesia di Malaka

TKI Wanita Ini Kena Gerebek Imigrasi Diraja Malaysia Saat Tidur
NET
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAITIMUR- Nani masih ingat betul kala Petugas Imigrasi Diraja Malaysia menggerebek satu penginapan pekerja Indonesia di Malaka, Malaysia pada September 2017 lalu.

Wanita paruh baya kala itu masih terlelap dengan tujuh rekan sesama Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Mereka tidak berkutik karena seluruh paspor sudah overstay.

Wanita 50 tahun pasrah petugas menggelandang ke kantor imigrasi setempat. Ia sempat melakukan penolakan saat proses penahanan. Wanita berkerudung ini harus menjalani kurungan selama hampir empat bulan.

Wanita asal Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Bandar Lampung mengaku tidak sempat memberi kabar. Kala ia menjalani proses hukum dari Pihak Diraja Malaysia hingga Desember 2017.

Ia mengaku sempat bekerja di Malaka selama empat tahun. Ibu lima anak mencari peruntungan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Wanita ini rela menjadi asisten rumah tangga di Malaka demi upah 1004 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 3 Juta.

"Kalau di kampung tidak pasti harus mengirim berapa. Tapi yang jelas cukuplah," ujar Nani kepada Tribun, Rabu (10/1/2017).

Ia ingin segera pulang ke kampung untuk menemui anak-anaknya. Ia tidak ingin kembali ke Malaka. Ia mengaku selama di sana mendapat perlakuan baik dari majikan dan aparat Diraja Malaysia.

Wanita tersebut menanti kepulangannya ke Lampung. Ia mengaku tidak lagi memegang uang untuk ongkos pulang ke kampung halamanya. Ia merupakan satu dari 117 TKI non prosedural yang terpaksa pulang ke tanah air, Selasa (9/1/2018) kemarin.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Dumai, Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, Humisar Saktipan Viktor Siregar menyebut ada 125 TKI non prosedural terpaksa pulang ke tanah air lewat Dumai di awal tahun 2018. Gelombang pertama pada 4 Januari 2018 sebanyak delapan orang TKI bermasalah pulang lewat Dumai.

Pihak Diraja Malaysia kembali memulangkan 117 TKI bermasalah melalui Pelabuhan Pelindo Dumai. Ada 50 TKI perempuan dan 57 TKI pria. Pada 2017 silam ada 193 TKI non prosedural harus kembali ke tanah air.

Antisipasi keberangkatan TKI non prosedural dari Kota Dumai jadi satu perhatian khusus Pihak Imigrasi Dumai. Mereka bakal menolak pengurusan paspor para TKI non proseduran. Pihak imigrasi tidak akan memberi mereka kesempatan untuk berangkat lewat jalur Kota Dumai.

"Kami berupaya untuk antisipasi keberangkatan para TKI non prosedural dari Kota Dumai," terang Kepala Imigrasi Dumai, Zulkifli Ahmad kepada Tribun, Senin kemarin.

Menurutnya, pihak imigrasi sedang gencar melawan arus keberangkatan TKI non prosdural dari Kota Dumai. Ia menyebut keberadaan para TKI non prosedural tidak terdata di data imigrasi. Pemerintah Indonesia kesulitab memberi perlindungan hukum tehadpa para TKI yang berangkat tanpa dokumen kerja. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help