TribunPekanbaru/

Istana Siak Dibakar

Dampingi Pelaku di Polres Siak, Syarifah Sebut Keluarganya Keturunan Sultan Siak

Syarifah mengatakan, Faisal sekitar 5 tahun lalu mengalami gangguan jiwa. Saat ini masih menjalani perobatan

Dampingi Pelaku di Polres Siak, Syarifah Sebut Keluarganya Keturunan Sultan Siak
.
Replika pakaian kesultanan yang dipakaikan pada patung diorama itu dan tirai kain sebagian sudah terbakar. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Pelaku pembakar istana Asherayah Al Hasyimiyah Siak TS Abd alias Faisal (41) dibawa ke Mapolres Siak, Rabu (10/1/2018) malam. Orangtuanya Tengku Syarifah Nadhira (60) dan iparnya ikut mendampingi Faisal di Polres Siak.

Usut punya usut, pelaku masih keturunan keluarga Sultan Siak. Pelaku juga bekerja di kantor Dispenda Riau di Pekanbaru. Riwayat hidupnya memang menggetirkan. Ia pernah terlibat kasus kriminal di Pekanbaru.

Sementara Tengku Syarifah membenarkan keluarganya menempati bangunan belakang istana Siak untuk menjual souvenir. Namun, keluarganya terusir dari lingkungan istana.

"Nenek moyang kami adalah pendiri kerajaan Siak. Saya tidak tahu anak saya membakar Istana Siak itu, saya baru tahu ini," kata Syarifah.

Syarifah mengaku, baru mengetahui pelakunya yang ternyata anaknya sendiri dari keluarganya di Pekanbaru. Pada waktu kejadian, dia belum tahu siapa pelakunya.

"Faisal ini sudah lama sakit, sekitar 5 tahun lalu ia mengalami gangguan jiwa dan pernah di rawat di Rumah Sakit Lancang Kuning Pekanbaru, sampai saat ini beliau masih menjalani perobatan," katanya.

Ia benar-benar tidak menyangka anaknya datang ke Siak lalu melakukan tindakan yang telah menyedot perhatian masyarakat Riau.

Dia juga khawatir jika anaknya dihukum, sebab sang pelaku itu belum boleh berpikir terlalu banyak.

"Istri dan anaknya ke Bagan, mungkin dia juga lagi kepikiran," kata dia.

Awalnya keluarga besar Syarifah memang sedang berkonflik dengan Pemkab Siak. Apalagi Pemkab Siak melalui Dinas Pariwisata Siak melarang keluarga Syarifah berjualan di dalam kompleks istana. Sungguhpun keluarga pelaku sudah lama menempati bangungan belakang istana untuk berjualan pernak-pernik. Apalagi ia merasa berhak sebagai pewaris sah kerajaan Siak untuk menempati bangunan tersebut.

Karena memang mengalami gangguan kejiwaan, TS Abd diduga tidak terima dengan pengusiran pemerintah terhadap gerai keluarganya di belakang istana.

Hanya saja, TS Abd alias Faisal mengetahui informasi pengusiran terhadap keluarganya bukan dari ibunya. Sehingga wajar saja jika ibunya tidak tahu pelaku percobaan pembakaran istana itu adalah anaknya sendiri.

Tidak hanya itu, Syarifah hingga sekarang juga belum terima pengusiran yang dilakukan Pemkab Siak. Apalagi pengusiran tersebut ternyata mendatangkan Satpol PP dan personil Polri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni mengaku tidak kenal dengan pelaku. Dan ia juga enggan memberikan komentar terhadap telah ditangkapnya pelaku.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help