TribunPekanbaru/

Gubernur Aceh dan Ulama Abdaya Minta Pelaku Pembunuhan Sadis Dihukum Mati

“Kalau ada kasus pembunuhan di Aceh maka harus dihukum maksimum yaitu mati,” kata Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf

Gubernur Aceh dan Ulama Abdaya Minta Pelaku Pembunuhan Sadis Dihukum Mati
KOLASE SERAMBINEWS.COM/IST
Ridwan, pelaku pembunuhan (kiri) dan satu keluarga yang menjadi korban pembunuhan sadis (kanan) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta pelaku pembunuhan sadis satu keluarga keturunan Tionghoa di Gampong Mulia, Banda Aceh, agar diberi hukuman maksimum yaitu hukuman mati.

Kejaksaan di Aceh, katanya, tidak boleh memberi ampunan bagi pelaku pembunuhan berencana.

“Kalau ada kasus pembunuhan di Aceh maka harus dihukum maksimum yaitu mati,” katanya pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejati Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Selasa (9/1/2018).

Baca: 11 Fakta Pembunuhan Sadis di Aceh - Suami & Anak Digorok Hingga Pelaku Ditangkap di Kualanamu

Diapun mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri (PN) Tapaktuan, Aceh Selatan yang menjatuhkan hukuman mati terhadap Edi Syahputra (25), terdakwa kasus pembunuhan sadis terhadap dua anak dan ibu mertua dari Mulyadi, pejabat Aceh Barat Daya (Abdya).

Irwandi juga berharap pelaku pembunuhan terhadap tiga warga turunan Tionghoa di Kuta Alam, Senin (8/1/2018) malam dapat juga dihukum mati.

Dalam hukum Islam, jelasnya, membunuh dengan sengaja baik kepada muslim maupun nonmuslim (zimmi) maka pelakunya tetap diganjar dengan hukuman mati.

“Hukum Islam menerapkan hukum mati kepada pembunuh berencana. Hukum nasional pun memerintahkan seperti itu untuk melindungi orang hidup. Di Aceh perlu dilakukan penuntutan dan vonis maksimum terhadap pembunuh berencana,” ujar dia.

Baca: VIDEO: Sadis, Sekeluarga di Aceh Tewas Bersimbah Darah dengan Kondisi Bugil

Apabila hukum positif tidak bisa menuntut atau memvonis hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan, Irwandi berencana akan menerapkan hukuman qisas di Aceh.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help