Pilgub Riau 2018

Raja Gunung Sahilan Berharap Pemekaran Tidak Jadi Jualan Politik di Pilgub

Masyarakat hanya butuh pemimpin yang mempunyai visi konkret untuk kemajuan daerah.

Raja Gunung Sahilan Berharap Pemekaran Tidak Jadi Jualan Politik di Pilgub
Tribun Pekanbaru/Nando
Tengku Yang Dipertuan M. Nizar foto bersama Gubernur Riau dan Pj. Bupati Kampar setelah dinobatkan menjadi Raja Gunung Sahilan di Istana Kerajaan Gunung Sahilan, Minggu (22/1/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tahun 2018 mulai bergulir. Biasanya, isu pemekaran menjadi jualan politik yang dilontarkan oleh para kandidat. Tak menutup kemungkinan pemekaran Kabupaten Gunung Sailan Darussalam.

Raja Gunung Sahilan, Tengku Muhammad Nizar tidak menampik isu pemekaran selalu mencuat saat agenda politik. Namun ia berharap kali ini tidak terjadi. Ia mengatakan, masyarakat hanya butuh pemimpin yang mempunyai visi konkret untuk kemajuan daerah.

"Saya akan lihat dulu siapa yang mempunyai niat memajukan daerah. Umumnya Riau lah, ya," ujar Nizar, Kamis (11/1/2018). Ia mengatakan, kemajuan daerah itu salah satunya pemekaran. Jika terjadi pemekaran, otomatis pembangunan akan merata.

"Kalau dimekarkan, kan, tentu pembangunan lebih cepat di Gunung Shilan," kata Nizar. Ditambahkan, sebagai Raja Gunung Sahilan, dirinya akan sangat hati-hati menentukan pilihan. "Tentu yang yang akan memajukan kampung saya," tandasnya.

Nizar mengaku belum pernah berkomunikasi dengan calon manapun. Belum satu kubupun mengajaknya berdiskusi untuk membahas pembangunan daerah ke depan. Khususnya terkait pemekaran GSD.

Pemekaran GSD, berpisah dari Kampar, kabupaten induk, hingga kini belum terealisasi. Prosesnya menggantung, meski sudah beberapa kali dibahas dari tingkat kabupaten, provinsi sampai pusat. Panitia pemekaran bahkan sudah melakukan kajian terhadap rencana pembentukan daerah otonomi baru tersebut.

Terkait proses yang mandek, Nizar tak bersedia banyak berkomentar. Ia sendiri mengaku tidak tahu prosesnya sampai dimana. "Saya tidak pernah ikut dalam prosesnya," pungkasnya. (*)

Tags
pemekaran
Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help