TribunPekanbaru/

Anak Warga di Siak Ini Tak Bisa Berangkat ke Sekolah Gara-gara Kondisi Jalan yang Parah

Warga Dusun Teluk Mussahab, kampung Temusai, kecamatan Bungaraya mengeluh karena jalan

Anak Warga di Siak Ini Tak Bisa Berangkat ke Sekolah Gara-gara Kondisi Jalan yang Parah
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Kaur Pemerintahan Kampung Temusai, Samuji mencoba mengendarai sepeda motornya di jalan raya Hinduk Lubuk, yang dipenuhi lumpur, Jumat (12/1/2018). 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga Dusun Teluk Mussahab, kampung Temusai, kecamatan Bungaraya mengeluh karena jalan. Selama musim hujan awal 2018 ini, jalan di kampung itu seperti kubangan kerbau.

"Melihat kondisi jalan, kadang anak saya tidak bisa pergi ke sekolah. Mau di antar pun juga susah, roda sepeda motor meluncur saja di lumpur jalan itu," kata dia, Supri (46) warga setempat, Jumat (12/1/2018).

Ia menyebut, jalan raya di kampung itu bernama jalan Hinduk Lubuk. Sudah lama sekali jalan itu tidak diperhatikan. Sehingga telah membuat warga sekitar kesusahan jika musim hujan tiba.

"Kalau musim kemarau kami juga dibuat sengsara, debunya sangat luar biasa," kata dia.

Kendati jalan sudah hancur, truk-truk pengangkut sawit tetap saja lalu. Pemilik kebun sawit yang beratus-ratus hektar di bagian dalam kampung itu tidak peduli. Perangkat kampung sudah berkali-kali menemui pengusaha kebun sawit, namun tak pernah digubris. Pemerintah Daerah juga tidak hadir melihat kondisi jalan. Pihak yang mempunyai otoritas tidak pernah melarang truk-truk berbadan besar melindasi jalan kampung itu.

"Memang sangat membuat kami menderita. Dipaksakan membawa motor untuk melansir hasil kebun, juga tidak mungkin. Kadang kami harus memberanikan diri. Malang memang nasib kami tinggal disini. Tidak dapat peehatian Pemda," kata Izul, warga setempat.

Kepala Kampung Temusai, Markuat tidak banyak komentar tentang jalan itu. Sebab, pihaknya sudah sering mengusulkan perbaikan jalan dalam berbagai kesempatan. Hampir setiap Musrenbang, kondisi jalan menjadi pembahasan.

"Apa boleh buat, kondisi keuangan kampung tak memungkinkan untuk membangun jalan itu. Jadi yang dapat kita lakukan hanya mengusulkan di Musrembang Kecamatan agar jalan ini bisa diaspal atau dibase," kata dia.

Ia mengaku sudah mengirim pesan kepada Akian, pemilik kebun sawit terbesar di kampung itu. Ia meminta Akian membantu memperbaiki jalan.

Lebar jalan itu sekitar 7 meter, dan panjang jalan 1,5 Km. Jalan itu menghubungkan ke desa Muara Dua kecamatan Siak Kecil, Bengkalis.

Sementara Camat Bungaraya, Hendy Derhavin membenarkan usulan perbaikan jalan masuk dalam Musrembang Kecamatan. Tetapi jalan tersebut diprioritaskan untuk pembangunan tahun 2018 dan 2019.

"Mudah-mudahan tidak dicoret, sehingga tahun ini bisa dapat," kata dia.

Tidak hanya jalan itu, Jalan di Srimessing Kampung Jatibaru dan Jalan Penyebrangan Ferry Kampung Dayang Suri juga parah. Semua jalan itu sufah diusulkan.

"Namun itu semua tergantung anggarannya nanti apakah ada atau tidak. Kalau tak bisa diaspal dibase A pun jadilah. Masyarakat setempat bersabarlah," kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help