TribunPekanbaru/

Dinkes Bengkalis Ingatkan Warga Bengkalis Waspada DBD di Musim Hujan

Apalagi sejak beberapa hari terakhir hujan di Bengkalis sering terjadi.

Dinkes Bengkalis Ingatkan Warga Bengkalis Waspada DBD di Musim Hujan
Internet
Nyamuk DBD

Laporan wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis meminta masyarakat Bengkalis waspada terhadap deman berdarah dengeu (DBD) di musim hujan ini. Apalagi sejak beberapa hari terakhir hujan di Bengkalis sering terjadi.

Hal ini diungkap Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian Dinkes Bengkalis Alwizar, Jumat (12/1) Siang. Menurut dia upaya pencegahan di musim hujan ini perlu dilakukan agar nyamuk aedes Aegypti tidaj berkembang di linkungan masyarakat.

"Cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan mencegah nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Untuk itu, warga diminta untuk menutup rapat-rapat penampungan air bersih atau air hujan, agar nyamuk tidak dapat meletakkan telurnya sehingga tidak menjadi jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa," jelas Alwizar.

Selain itu upaya kesadaran masyarakat untuk pencegahan berkembangan nyamuk DBD, Dinkes Bengkalis juga telah minta kepada seluruh kepala Puskesmas dan Camat di Bengkalis untuk lebih gencar mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar waspada terhadap DBD. "Kita sudah sampaikan setiap Puskesmas dan Camat untuk melaksanakan sosialisasi agar warga tetap waspada dimusim hujan ini, "terang dia.

"Bahkan kita sampaikan kepada camat puskesmas agar meminta masyarakat aktif melakukan gotong royong, membersihkan lingkungan tempat tinggal secara teratur,” tambah Alwizar.

Menurut Alwizar selama ini masih ada anggapan dari sebagian masyarakat, pencegahan DBD melalui upaya pengasapan (fogging). Namun anggapan itu kurang tepat, karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja dan merupakan upaya pengendalian jika ada kasus penderita penyakit saja agar tidak meluas dan berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB)

“Meski ada tindakan pengasapan atau juga bubuk abate, namun program 3 yakni menguras, menimbun dan mentup penyimapanan air bersih jauh lebih efektif untuk mencegah timbulnya penyakit DBD,” ungkap Alwizar.

Selain masalah penyakit DBD, menurut Alwizar, pada musim hujan masyarakat juga menghadapi penyakit lainnya, seperti penyakit influenza, malaria, serangan asma, leptospirosis hingga diare. "Saat terjadi banjir, potensi penyakit diare, leptospirosis, hingga penyakit kulit meningkat," katanya.

Untuk itu pihaknya berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan masing masing. Kalau ada tanda tanda penyakit segera di bawa ke Puskesmas terdekat, jangan biarkan berlarut larut. (*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help