TribunPekanbaru/

Pilgub Riau 2018

Ismail Amir Minta Kader Patuhi Putusan DPP Hanura untuk Pilgubri 2018

Sepertinya tidak ada kendala di internal, semuanya kompak dari atas sampai bawah, dan kita siap menangkan pasangan yang diusung partai

Ismail Amir Minta Kader Patuhi Putusan DPP Hanura untuk Pilgubri 2018
Internet
Partai Hanura

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Hanura Riau, Ismail Amir minta kader mematuhi keputusan DPP Hanura yang mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno, pada helat Pilkada Riau 2018 ini. Karena sanksi partai berlaku bila ada kader partai yang mencoba mendukung calon lain.

Ia mengatakan siap memenangkan pasangan calon yang diusung partai besutan Wiranto tersebut. Strategi pemenangan juga telah dirumuskan sehingga sudah siap bersaing pada pemilihan nanti.

"DPP sudah memutuskan mengusung pasangan Arsyadjuliandi Rachman -Suyatno. Mau tidak mau, kader wajib menjalankannya. Apalagi pasangan ini memiliki kuota kursi terbanyak di DPRD Riau, karena kita berkoalisi dengan Golkar dan PDI Perjuangan," kata dia, Jumat (12/1/2018).

Di internal Hanura, kata ketua komisi IV DPRD Siak itu sudah terkoordinasi dengan baik. Sebab, konsolodasi internal di Riau terbangun dengan baik, mulai dari tingkat DPD Riau, DPC kabupaten/kota se Riau, PAC hingga ke ranting. Begitu pula dengan organisasi sayap dan kader lainnya.

"Sepertinya tidak ada kendala di internal, semuanya kompak dari atas sampai bawah, dan kita siap menangkan pasangan yang diusung partai," kata dia.

Seruan untuk menyosialisasikan pasangan Balon yang diusung juga sudah sampai kepada ribuan kader partai yang ada di Riau. Menurut dia, pasangan yang diusung partai beepeluang besar memenangkan Pilkada Riau tahun ini.

Disinggung masalah dukungan kader di kabupaten Siak terhadap pasangan yang dijagokannya, Ismail menjawab tida ada persoalan. Meskipun bupati Siak Syamsuar juga ikut menjadi kontestan pada Pilkada Riau 2018 ini, yang berpasangan dengan Brigjen Edy Natar Nasution.

"Untuk Pilkada Siak dulu memang kita partai pengusung. Kalau Pilgubri itu kan konteks lain, karena yang mutuskan DPP kok. Hubungan untuk ranah kabupaten dengan Pak Syamsuar tetap mesra seperti biasa. Karena Pak Syamsuar juga memahami kondisi ini, jadi sama sekali tidak ada masalah," kata dia.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help