Dumai

Ratusan Aparat Gabungan dan Alat Berat Kawal Pemindahan Pedagang ke Pasar Klakap Tujuh

Aparat bakal mengantisipasi munculnya provokator saat proses pemindahan pedagang pada 14 Januari 2018 besok.

Ratusan Aparat Gabungan dan Alat Berat Kawal Pemindahan Pedagang ke Pasar Klakap Tujuh
TribunPekanbaru/Fernando Sikumbang
Lapak di Pasar Klakap Tujuh kosong karena ditinggalkan pedagang sejak 2015 silam. Kondisi pasar bernilai miliaran rupiah ini memprihatinkan. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAITIMUR- Tim terpadu kerahkan 215 aparat gabungan untuk mengawal proses pemindahan pedagang Pasar Klakap Tujuh, Kota Dumai. Di antaranya personel Kepolisian Dumai, unsur TNI di Kota Dumai dan Satpol PP Dumai. Para para aparat gabungan mengawal pemindahan pedagang yang berlangsung, Minggu (14/1/2018) besok.

Mereka juga menyiagakan sejumlah alat berat agar sepanjang Jalan MH Thamrin steril dari lapak pedagang. "Ratusan aparat gabungan siap mengawal proses pemindahan pedagang. Kami berupaya lebih persuasif," papar Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo dalam Rapat Finalisasi Tim Terpadu Pemindahan Pedagang Pasar Klalap Tujuh, Jum'at (12/1/2018)

Bambang menyebut bakal berdialog lebih dulu pedagang yang masih berjualan pada jadwal pemindahan. Mereka memberi waktu hingga Minggu pukul 14.00 WIB. Bagi pedagang yang belum pindah, aparat langsung memindahkannya.

Kasat Sabhara Polres Dumai, AKP Mariyanta mengajak agar aparat gabungan bisa saling menjaga situasi. Ia berharap tidak ada lapak pedagang yang rusak selama proses pemindahan pedagang dari tepi jalan MH Thamrin.

"Bisa saja lapak itu masih mereka butuhkan di tempat baru," terangnya.

Ia juga mengimbau perwakilan pedagang bisa mengayomi rekannya selama proses pemindahan. Aparat bakal mengantisipasi munculnya provokator saat proses pemindahan pedagang pada 14 Januari 2018 besok.

Anggota Komisi II DPRD Dumai, Yusuf Manulang juga mengingatkan agar tidak ada aksi kekerasan selama proses pemindahan pedagang.(fer)

Penulis: Fernando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help