TribunPekanbaru/

Sambangi Dua OPD Ini Usai Tes Evaluasi, Bupati Kampar Kritisi Kinerja

Awal 2018 ini, Bupati Kampar, Azis Zaenal menyambangi dua Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Sambangi Dua OPD Ini Usai Tes Evaluasi, Bupati Kampar Kritisi Kinerja
Tribun Pekanbaru/ Fernando Sihombing
Bupati Azis Zaenal memberi arahan kepada pejabat di lingkungan Disdikpora Kampar -Jumat-12-1-2018 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Awal 2018 ini, Bupati Kampar, Azis Zaenal menyambangi dua Kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertama ke Kantor Badan Pendapatan Daerah Kampar, dilanjutkan ke Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga.

Menariknya, kunjungan ini dilakukan setelah tes evaluasi seluruh pimpinan OPD. Seperti diketahui, tes evaluasi berakhir pada 9 Januari lalu. Didampingi Wakil Bupati, Catur Sugeng Susanto dan Sekretaris Daerah, Yusri, Bupati terkesan lebih kritis.

Di kedua kantor ini, Bupati meminta semua pejabat berkumpul. Diskusi antara pimpinan dan bawahannya itu dimulai dengan paparan dari tiap pejabat. Azis meminta pejabat menjelaskan tugas pokoknya dan memaparkan terobosan yang telah dilakukan.

Lalu ia menyampaikan koreksi terhadap kinerja dan capaian yang telah diraih. Di Kantor Bapenda, Azis mengkritisi capaian Penghasilan Asli Daerah (PAD) yang cenderung tidak meningkat drastis.

"Kampar mempunyai PAD yang luar biasa. Sebelumnya, kenapa kenaikan PAD seolah-olah diatur. Naik hanya beberapa persen pertahunnya," ujar Azis. Ia menilai, potensi PAD belum digali secara optimal.

Di Disdikpora, Azis menyinggung penyebaran guru. Ia mencontohkan sebuah sekolah di Kecamatan Kampar Kiri Hulu yang jumlah muridnya mencapai 70 orang. Sementara tenaga pengajar hanya tiga orang guru honor atau Tenaga Harian Lepas.

"Ditambah satu orang Kepala Sekolah merangkap sebagai guru yang hanya berpangkat II a," ungkap Azis.‎ Kondisi ini bertolak belakang dengan jumlah guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kampar. Di tingkat SMP, kata dia, terdapat lebih kurang 5.570 orang guru ASN dan 1.833 guru THL.

Azis lebih banyak meminta OPD lebih berinovatif. Ia tidak mau bawahan hanya menunggu perintah dari atasan. Sementara tidak ada terobosan.‎ "Turun langsung ke daerah, buat terobosan. Perencanaan sesuai dengan rasio daerah. Laksanakan dengan baik dan bisa dipertanggungjawaban," pintanya. (*)‎

Penulis: nando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help