Terdakwa Dugaan Pungli Sebut Diancam Penyidik, Ini Jawaban Dirkrimsus

Toni mengaku mendapat ancaman oleh penyidik saat proses penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau.

Terdakwa Dugaan Pungli Sebut Diancam Penyidik, Ini Jawaban Dirkrimsus
Tribunnews
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Sidang dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pungutan Liar (Pungli) pada Dinas Pekerjaan Umum @Kota Pekanbaru yang berlangsug Selasa (9/1/2018) lalu menyisakan sejumlah pertanyaan.

Tiga dari empat orang terdakwa dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua, Toni mengaku mendapat ancaman oleh penyidik saat proses penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau.

Pengakuan ini disampaikan oleh terdakwa, Martinus, M.Khairil, dan Said Alkudiri. Ketiganya merupakan pegawai honorer pada Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru. Dalam perkara ini, selain ketiga terdakwa juga terdapat seorang terdakwa lainnya, Zulkifli Harun.

Martinus mengaku di hadapan majelis hakim yang dipimpin, hakim ketua Toni, dan dua hakim anggota, Ahmad Drajat dan Dahlia Panjaitan jika ia tidak mengetahui isi BAP menyebutkan perihal setoran uang dugaan Pungli ke Kepala Dinas PU, Zulkifli Harun.

Keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik inilah yang mereka anggap tidak pernah diberikan, melainkan hanya ditandatanganinya di bawah paksaan dan ancaman setruman.

Menjawab keterangan terdakwa ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan kepada Tribun, Jumat (12/1/2018) menegaskan jika keterangan terdakwa di persidangan tidak bisa dibatasi, termasuk pemutarbalikkan fakta.

"Kalau keterangan terdakwa, apa saja gak ada yang membatasi, termasuk upayanya memutarbalikkan fakta," sebutnya.

Lebihlanjut Gidion juga menerangkan jika pemutarbalikkan fakta tersebut bisa saja dilakukan terdakwa untuk mendapat simpati majelis hakim.

"(Bisa saja) untuk mendapatkan simpati hakim. Penyidikan sekarang kan sudah scientiv jadi tidak mungkin kita gunakan kekerasan," tegasnya.

Sikap dan keterangan terdakwa dalam proses persidangan juga menjadi pertimbangan dan penilaian majekis hakim dalam mencari kebenaran.

Dalam proses penyidikan terdakwa saat masih berstatus tersangka juga bisa saja tidak menandatangani BAP. Ini menurut Gidion juga tidak akan berpengaruh pada proses penyidikan.

"Tersangka tidak menandatangain BAP juga tidak akan berpengaruh terhadap proses penyidikan karena semuanya sudah diatur tatacaranya oleh KUHAP," lanjut Gidion.

Sementara itu, dalam sidang Selasa lalu, kendati ketiga terdakwa mengaju mendapat ancaman kekerasan oleh penyidik, ketiganya tidak mencabut BAP.

Perkara ini disidik jajaran Polda Riau berangkat dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) DitresKrimsus Polda Riau terhadap dugaan Pungli pengurusan Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) di Dinas PU Pekanbaru.

Tags
pungli
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help