TribunPekanbaru/

IDI Minta Dokter Spesialis Mata yang Terlibat Narkoba Diberhentikan Izin Prakteknya Sementara

Ketua IDI Provinsi Riau, Zul Asdi mengatakan, terkait maslah hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib

IDI Minta Dokter Spesialis Mata yang Terlibat Narkoba Diberhentikan Izin Prakteknya Sementara
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU --

Menanggapi adanya salah seorang dokter spesialis mata anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Riau yang terlibat kasus narkoba dan ditangkap BNN beberapa waktu lalu, pihak IDI Provinsi Riau menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

Ketua IDI Provinsi Riau, Zul Asdi mengatakan, terkait maslah hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada yang berwajib, dalam hal ini BNN, untuk menindaklanjutinya.

Sedangkan dari pihak IDI, menurut dia, anggota tersebut harusnya tidak boleh melakukan praktek, karena akan membahayakan pasien yang ditanganinya.

"Selama dalam proses rehabilitasi, anggota tersebut harusnya tidak boleh melakukan praktek karena ini berkaitan dengan pasien yang dioperasinya, atau ditanganinya," kata Zul Asdi kepada Tribun, di sela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, di RSUD Arifin Achmad, Sabtu (13/1).

Iya juga menegaskan bahwa seharusnya pihak rumah sakit Sumatera Eye Centre (SMEC) Pekanbaru, tempat yang bersangkutan bekerja, tidak lagi mempekerjakan EF tersebut, karena akan membahayakan keselamatan pasien yang ditanganinya.

"Rumah sakit SMEC seharusnya tidak boleh mempekerjakan orang yang mengkonsumsi narkoba, karena hal itu akan membahayakan pasien, ini demi keselamatan dan kesehatan masyarakat," tegasnya.

Dikatakannya, IDI memiliki tanggung jawab dalam keselamatan pasien, sehingga ketika ada anggotanya yang terlibat kasus narkoba, maka hal itu menurutnya wajib disikapi oleh pihaknya.

Oleh karena itu, menurut Zul Asfi, pihaknya merekomendasikan untuk penahanan izin praktek yang bersangkutan sementara, selagi ia masih dalam proses rehabilitasi dan pemulihan.

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help