ISBT Kenalkan Silek Tuo Hingga ke Eropa

Institut Silat Buluh Tua (ISBT) yang berpusat di Kota Pekanbaru, membawa kesenian dan budaya asli Minang Kabau ini ke Eropa

ISBT Kenalkan Silek Tuo Hingga ke Eropa
Tribun Pekanbaru/ Ilham Yafiz
Jonas Schwertfisch (kanan) berlatih bersama di ISBT Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Kesenian beladiri Silek Tuo (Silat Tua) dan Silek Harimau dari Sumatera Barat (Sumbar) kini sudah dikenal publik mancanegara, bahkan sudah dipelajari di Eropa. Banyak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja atau pun melanjutkan pendidikan di Benua Biru tersebut yang membawa kesenian ini.

Termasuk satu di antaranya, Institut Silat Buluh Tua (ISBT) yang berpusat di Kota Pekanbaru, membawa kesenian dan budaya asli Minang Kabau ini ke Eropa, tepatnya ke Jerman. Di sana sudah banyak warganya yang mempelajari Silat Tuo ini.

Silat tradisional yang semakin terkenal semenjak diangkat ke layar lebar melalui Film Laga, Merantau tersebut semakin diminati masyarakat eropa.

"Pencak silat atau silek adalah seni bela diri tradisi anak bangsa yang juga disukai di manca negara, terutama di eropa," ungkap Pimpinan ISBT, H.Yuzirman Sutan Malano kepada Tribun, Sabtu (13/1/2018).

ISBT menyebarkan kesenian ini ke Eropa melalui salah seorang murid awalnya, Dimas Surya Alfaruq. Ia membawa kesenian ini bersamaan dengan tugas belajarnya di Jerman. Dimas sendiri merupakan anak kandung Yuzirman.

"Di Pekanbaru sendiri sebagai kota madani dan pusat kebudayaan melayu international telah lama aktif ISBT sebagai sekolah bela diri silat tradisi yg bersumber dari aliran silek tuo," lanjutnya.

Sudah banyak Masyarakat yang mempelajari kesenian beladiri ini, termasuk dari eropa. Minggu lalu, tepatnya 7 Januari, ISBT menggelar silaturahmi dan latihan gabungan di pusat perguruan, jl.Merpati no 5 Sukajadi Pekanbaru.

Seluruh anggota keluarga ISBT hadir dari berbagai daerah, Pekanbaru, Garut, Sumbar, dan dari Jerman. Datang dari jauh, anggota keluarga ISBT, Jonas Schwertfisch, dan Gabriel hadir lebih awal menyusul Dimas yang pulang ke tanah air.

"Keduanya hadir di Pekanbaru, minggu lalu sebagai pusat perguruan. Bersama-sama bersilaturahmi, dan latihan bersama," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help