Bengkalis

Jawaban Bupati Bengkalis Terkait Penyataan Wabup Tak Pernah diundang

Kalau informasi itu ditujukan padanya, Bupati Amril mengatakan, secara pribadi dirinya tak ada niat sedikit pun untuk demikian.

Jawaban Bupati Bengkalis Terkait Penyataan Wabup Tak Pernah diundang
Bupati Bengkalis Amril Mukminin 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Bupati Bengkalis Amril Mukminin menanggapi pernyataan Wabup yang merasa tidak pernah diundang disemua kegiatan pemerintah Bengkalis. Bupati mengatakan, belum mengetahui adanya berita terkait pernyataan Wakilnya tersebut.

Menurut Amril, Kalau informasi itu benar dan ditujukan padanya, Bupati Amril mengatakan, secara pribadi dirinya tak ada niat sedikit pun untuk demikian.

“Selama ini ada beberapa kegiatan yang kami disposisikan pada pejabat lain, seperti Sekretaris Daerah atau Asisten maupun pejabat lainnya. Tapi karena Wabup ada di Bengkalis dan bisa datang serta menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut, kami senang dan tak mempermasalahkannya,” jelasnya.

Dikatakannya, dia berpasangan dengan H Muhamamd untuk mencalonkan diri dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis untuk sama-sama membangun daerah ini.

“Jadi tak mungkin kami akan berbuat begitu, meninggalkan Wabup. Secara pribadi kami komit untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah ini. Menjalan amanah rakyat. Sampai akhir masa jabatan, beliau tetap Wakil Bupati Bengkalis,” tegasnya.

Meskipun demikian, Bupati Amril dengan jiwa besar mengatakan, bisa jadi apa yang disampaikan Wabup karena ada kontribusi kealpaannya. Misalnya dia lupa mengingatkan staf untuk mengundang Wabup dalam kegiatan yang dilaksanakan Pemkab Bengkalis selama ini.

“Sebagai manusia biasa, kami tentu tak luput dari silap atau lalai. Sekali lagi, kalau itu pernyataan Wabup ditujukan buat kami, sama sekali tak ada niat kami berbuat demikian. Kalau kami lupa, tolong diingatkan. Jemput bola. Dalam hidup ini kita memang harus saling mengingatkan untuk kebaikan,” ulangnya.

Di bagian lain, bupati meminta, untuk saling asah, saling asih dan saling asuh. Sama-sama memberikan kontrisbusi terbaik untuk kemajuan kabupaten berjuluk Negeri Junjungan ini.

Sesuai tunjuk ajar Melayu, imbuh Bupati Amril, kalau ada yang kusut mari sama-sama diurai. Jika ada yang keruh ayo sama-sama dijernihkan. Bukan sebaliknya yang kecil justru dibesar-besarkan, karena api tak akan padam pernah kalau disiram dengan bensin.

“Kalau ada permasalahan, mari sama-sama kita selesaikan dengan baik. Secara arif dan bijaksana. Seperti menarik rambut dalam tepung, rambut tak putus tepung tak beserak (tumpah). Mari kita satukan kata dan perbuatan. Tak akan ada masalah kalau diantara kita tak ada dusta. Mau berjalan seayun tangan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help