Polisi Dalami Unsur Perencanaan Penggerebekan Terhadap Amrin Bersama Diduga Selingkuhannya

Susanto menegaskan, pihaknya sedang mendalami dugaan sudah adanya rencana penggerebekan hingga penganiayaan

Polisi Dalami Unsur Perencanaan Penggerebekan Terhadap Amrin Bersama Diduga Selingkuhannya
Tribun Pekanbaru/ Rizky Amanda
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto saat berbincang dengan salah seorang kerabat korban di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Sabtu (13/1/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto mengatakan, terhadap keenam orang yang diamankan karena diduga terlibat dalam aksi penganiayaan terhadap Amrin (62), kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

"Sedang dilakukan proses pemeriksaan maraton hari ini.Enam-enamnya masih diperiksa, termasuk inisial B (wanita diduga selingkuhan korban)," ungkapnya.

Susanto menegaskan, pihaknya juga sedang mendalami dugaan sudah adanya rencana penggerebekan hingga penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku, di mana salah satunya adalah istri kedua korban sendiri, SP (44).

"Kita sedang dalami juga dugaan itu (perencanaan.red). Dari penyelidikan awal sudah direncanakan. Tapi akan kita lihat dulu, apakah barang buktinya dibawa bersamaan saat berangkat (ke TKP) atau memang sudah ada di TKP," paparnya.

Diterangkan Susanto, pada tubuh korban sendiri ada beberapa bekas luka, salah satunya di bagian tangan.

Sementara itu, polisi juga akan mengusut hubungan antara korban dengan salah seorang pelaku yang merupakan istri keduanya itu.

"Akan kita lihat juga hubungan dengan istri pertama apakah sudah cerai, lalu dengan istri kedua (pelaku) apakah sah atau tidak. Itu nanti akan diketahui dari data dan surat-surat dokumen yang ada," terang Susanto.

Sedangkan hubungan korban dengan wanita berinisial B yang diduga adalah selingkuhannya, informasi awal polisi keduanya memang sudah cukup sering bertemu.

Sebelumnya, seorang pria bernama Amrin (62) tewas meregang nyawa usai diduga dianiaya.

Terduga pelakunya diketahui merupakan istri kedua korban, yakni SP (44) dan lima orang lelaki lainnya. Di mana salah satunya adalah anak tiri korban.

Peristiwa ini sendiri terjadi pada Sabtu (13/1/2018) tengah malam tadi.

Tepatnya di sebuah bengkel di Jalan Kubang Raya, Gang Sosial, Kecamatan Tampan, Pekanbaru tempat korban bekerja sehari-hari.

Ketika itu, SP dan 5 orang lainnya menggerebek korban sedang bersama diduga wanita selingkuhannya. Korban lalu diikat dengan tali plastik dan dianiaya.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help