Kampar

Batu Belah di Desa Batu Sanggan, Keindahan Panorama di Hulu Sungai Kampar

Selain Batu Belah di tepi Sungai Kiliran ada juga wisata budaya penobatan khalifah yang dilakukan dalam waktu dekat ini.

Batu Belah di Desa Batu Sanggan, Keindahan Panorama di Hulu Sungai Kampar
Kolase
Keindahan panorama Desa Sanggan di Hulu Sungai Kampar 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Batu Sanggan merupakan desa yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dari namanya, desa ini sudah bisa dijadikan sebagai nilai jual sebagai kawasan wisata, ditambah adanya batu belah (batu yang terbelah). Batu belah ini konon dibelah oleh orang bagak (berani) dari tanah Jawa.

Selain batu belah yang terletak di tepi Sungai Kiliran ini bisa menjadi objek wisata, juga ada wisata budaya penobatan khalifah yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain itu, panorama alam menuju Batu Sanggan juga menakjubkan.

Udaranya sejuk dan asri, tambah pula hutan alam yang eksotik. Menurut seorang pecinta objek wisata Riau yang telah berkunjung ke sana, Hardi Hamdin kepada Tribunpekanbari.com mengaku, untuk menuju ke sana penggunakan transportasi darat dan air.

Pemandangan Desa Sanggan di Hulu Sungai Kampar
Pemandangan Desa Sanggan di Hulu Sungai Kampar (TribunPekanbaru/Nolpitos Hendri)

"Dalam perjalanan saya menyaksikan pemandangan suasana alam yang asri dan menakjubkan. Tambah pula ada batu belah atau orang kampung menyebutkan batu bolah yang memiliki cerita menarik yang diangkat warga dari Legenda Putri Linduang Bulan," ungkap Hardi.

Menurut Hardi, selain wisata alam, juga ada wisata budaya yang bisa dinikmati yakni penobatan khalifah. Berbagai seni ditampilkan dalam penobatan ini.

"Dalam waktu dekat akan ada penobatan Khalifah Batu Sanggan oleh Raja Gunung Sahilan," jelas Hardi.

Sebagai dikutip dari http:// ranahminangnansalilikpulaupaco .blogspot.co.id/2015/12/ profil-kenegerian-batu- sanggan.html, desa ini terletak di hulu Sungai Subayang (anaknya Sungai Kampar Kiri), Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Kalau mau ke desa ini harus naik perahu, karena tak ada jalan darat.

Sedangkan asal muasal nama batu belah itu, berdasarkan legenda yang berkembang di masyarakat, batu itu dibelah oleh orang berani dari Jawa. Pada masa dulu, Kenegerian Batu Sanggan kedatangan tamu yang tak diundang yaitu Gak Jao, Gak Jao artinya orang bagak dari Jawa. Dari cerita masyarakat bahwa Gak Jao adalah Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit yang datang ingin membawa Putri Lindung Bulan.

Gak Jao dicirikan dengan manusia yang bertubuh tinggi besar, kedatangan Gak Jao membuat resah sehingga masyarakat bersembunyi meninggalkan kampung. Gak Jao kesulitan dalam mencari penduduk dan karena kesalnya Gak Jao mencincang sebuah batu besar sebanyak tiga kali dengan menggunakan pedang yang telah di asah di muara sungai kecil dan oleh sebab itu di beri nama Sungai Kiliran, dan batu yang di cincang tadi di beri nama Batu Bolah/Batu Belah, dan saat ini batu yang disebut Batu Bolah masih ada tepat di depan muara Sungai Batu Bolah.

Halaman
123
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help