Kampar

Ada yang Berumur 200 Tahun, Tersisa 12 Rumah Lontiok di Kampar, Warga Malaysia pun Minat Beli

"Ukiran itu yang bikin mahal. Belum ada di Indonesia yang bisa membuat ukiran seperti di Rumah Lontiok," ujar Latief.

Ada yang Berumur 200 Tahun, Tersisa 12 Rumah Lontiok di Kampar, Warga Malaysia pun Minat Beli
Facebook Fahmil SE
Anggota DPRD Kampar Fahmil berpose di tangga pintu depan Rumah Lontiok yang diduga dibeli dari Kampar. Di belakangnya tampak Ngarai Sianok Bukittinggi. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nando

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG- Rumah Lontiok khas Kampar masih menjadi perbincangan hangat. 

Bukan saja bangunannya yang memiliki ciri khas, namun juga minat warga di luar Kampar untuk memilikinya. 

Tidak tanggung-tanggung Rumah Lontiok ini ternyata juga diminati hingga luar negeri.

Abdul Latief Hasyim Datuk Bagindo Persukuan Melayu Bendang bahkan pernah ditawari pembelian Rumah Lontiok.

Ninik Mamak dari Kuok ini pernah tiga kali ditemui orang yang ingin membeli Rumah Lontiok.

Dari dalam negeri, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

"Ada juga dari Malaysia. Mau beli dua (Rumah Lontiok)," ungkapnya, Selasa (16/1/2018).

Latief dibujuk dengan harga tinggi.

Namun ia menolak tawaran tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved