Kampar

Kejari Kampar Terima Berkas Tersangka Penghina Presiden dari Mabes Polri

Tersangka memposting tulisan dan foto yang kontennya menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu.

Kejari Kampar Terima Berkas Tersangka Penghina Presiden dari Mabes Polri
TribunPekanbaru/Nando
Kasi Pidum Kejari Kampar Heriyanto menanyai tersangka saat pelimpahan berkas Tahap Dua dari Mabes Polri, Rabu (17-1-2018) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kejaksaan Negeri Kampar menerima pelimpahan berkas dari Markas Besar Kepolisian RI, Rabu (17/1/2018). Berkas itu hasil penyidikan terhadap kasus pengumbar kebencian menyangkut SARA. Juga penghinaan terhadap Presiden RI dan Ibu Negara.

Tersangka Hizbullah pemilik akun Facebook Fajrul Annam dibawa dari Jakarta. Ia dibawa oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri dan Jaksa dari Kejaksaan Agung.

"Hari ini, tersangka menjalani pelimpahan berkas Tahap Dua untuk selanjutnya persidangan di Pengadilan Negeri Bangkinang," ungkap Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kampar, Heriyanto Manurung didamping Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Agung Irawan, Rabu siang.

Heriyanto dan Agung sekaligus menjadi Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini. Menurut Agung, Hizbullah ditangkap dari rumahnya di Jalan Suka Aman, Cidadas, Kota Bandung, Jawa Barat dan ditahan sejak 22 Nopember 2017 lalu.

Namun berkas dilimpahkan ke Kejari Kampar karena perbuatannya dilakukan saat tinggal di Perumahan Payung Sekaki RT 003/003 Desa Kualu Kecamatan Tambang. Sesuai alamat KTP-nya di wilayah hukum Kejari Kampar.

Agung menjelaskan, tersangka memposting tulisan dan foto yang kontennya menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu. Postingan sejak Januari sampai September 2017 dijadikan barang bukti untuk menjerat Hizbullah.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kemudian Pasal 16 jo Pasal 4 Huruf b angka 1 UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta Pasal 207 dan Pasal 208 Ayat (1) KUH Pidana. (*)‎

Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help