Bengkalis

RSUD Bengkalis Tingkatkan Pelayanan IGD

Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis memulai membenahi pelayanan terhadap pasiennya.

RSUD Bengkalis Tingkatkan Pelayanan IGD
Tribunpekanbaru/ M Natsir
Ruangan IGD RSUD Bengkalis kini sudah memiliki pelayanan sesuai dengan prioritas penanganan, Rabu (17/1/2018) 

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis memulai membenahi pelayanan terhadap pasiennya. Terutama pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bengkalis.

Kepala IGD RSUD Bengkalis Dokter Fedler mengatakan, saat ini IGD RSUD Bengkalis sudah memiliki ruang tanggap darurat khusus. Tidak lagi seperti dulu semua pasien IGD masuk dalam satu ruangan yang sama tanpa pembedaan prioritas penanganan.

Ruang tanggap darurat ini dibagi menjadi tiga zona. Diantaranya ruang zona merah, zona kuning dan zona hijau. Tiga zona pememisahaan ini merupakan pemisahan berdasarkan tingkat prioritas penanganan pasien.

"Kalau zona merah ini khusus untuk pasien kritis dan akan langsung mendapat penanganan khusus. Kemudian zona kuning merupakan penanganan pasien semi kritis mendapatkan prioritas penanganan kedua setelah pasien kritis. Sementara zona hijau merupakan tempat pasien masuk non kritis," terang Fadler.

Menurut dia, dengan pembagian zona ini, pihak rumah sakit menjadi tidak rancu dalam memilih mana pasien yang harus ditangani lebih dahulu.

"Dengan sistem saat ini pembagian zona ini kita bisa menangani lebih cepat pasien yang masuk melalui IGD sesuai dengan Prioritas penanganannya, "tambah Kepala IGD RSUD Bengkalis.

Selain pembagian zona penanganan pasien di IGD RSUD Bengkalis, pihak rumah sakit juga sejak awal tahun 2018 ini menyediakan ruang isolasi di IGD. Ruang ini berguna untuk memisahkan pasien terkena virus dengan pasien lainnya.

Ruang isolasi ini berguna sebagai antisipasi penyebaran virus yang berbahaya di lingkungan RSUD Bengkalis itu sendiri. ''Dulu pasien dengan semua penyakit ditampung dalam ruangan yang sama. Itu sebenarnya tidak tepat dan beresiko terhadap pasien yang lain,'' ujarnya.

Dengan ruang isolasi ini, penanganan terhadap pasien yang terkena virus berbahaya bisa dilakukan dengan maksimal. Apalagi, tenaga medisnya juga tersendiri terpisah dari ruangan umum dan menggunakan peralatan dan pakaian anti virus.

''Jadi penanganan penderita virus seperti Difteri dan lainnya bisa di tangani dengan maksimal. Tenaga medisnya pun khusus, terpisah dari ruangan umum,'' tandas Dokter Spesialis Kandungan ini.(*)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help