TribunPekanbaru/

Kepulauan Meranti

Balai Karantina Waspadai Masuknya Hasil Pertanian Malaysia Jelang Imlek

Abdul Azis mengakui, selain buah-buahan, produk peternakan juga rentan masuk ke Selatpanjang jelang perayaan Imlek.

Balai Karantina Waspadai Masuknya Hasil Pertanian Malaysia Jelang Imlek
tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
Petugas Balai Karantina memusnahkan buah-buahan dengan cara dibakar di incenerator. 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan Wilker Selatpanjang mewaspadai masuknya hasil pertanian dan peternakan asal Malaysia ke Meranti jelang Imlek 2018 ini.

Kepala Balai Karantina Pertanian dan Hewan Wilker Selatpanjang, drh Abdul Azis Nasution mengungkapkan, jelang perayaan Imlek yang jatuh pada 16 Februari 2018 mendatang kebutuhan masyarakat Selatpanjang terhadap buah-buahan di Selatpanjang akan meningkat.

"Ini perlu masyarakat waspadai, pada umumnya buah-buahan yang masuk tidak dilengkapi dengan sertifikasi kesehatan dari karantina asal buah," Abdul Azis, Jumat (19/1/2018).

Abdul Azis mengakui, selain buah-buahan, produk peternakan juga rentan masuk ke Selatpanjang jelang perayaan Imlek.

Baca: Begini Kronologis Penangkapan Pengedar Sabu yang Sediakan Barter dengan Sepeda Motor dan Handphone

Baca: Ngeri. . . Terlindas Kereta Api Padang-Pariaman, Pria Ini Masih Hidup, Kondisinya Mengenaskan

Termasuk telur dan dagung beku asal Malaysia.

Untuk mengantisipasi, masuknya barang-barang hasil peternakan dan pertanian dari Malaysia, Abdul Azis mengaku Balai Karantina sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian, AL dan Bea Cukai.

"Personil kita cuma 6 orang, jika tanpa kerjasama lintas sektor, kita akan kecolongan. Apalagi pelabuhan-pelabuhan rakyat di Meranti cukup banyak," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help