Warga Bahu Membahu Promosikan Istana Siak, Pengunjung Kembali Ramai

Warga kota Siak Sri Indrapura tidak mau larut dengan kejadian percobaan pembakaran Istana

Warga Bahu Membahu Promosikan Istana Siak, Pengunjung Kembali Ramai
TribunPekanbaru/TheoRizky
Berbagai barang peninggalan sejarah siak dipajang di Balairung Sri, Museum Budaya dan Sejarah Siak, Kamis (14/4/2016). Museum tersebut dapat dijadikan alternatif berwisata di Kabupaten Siak selain Istana Siak. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga kota Siak Sri Indrapura tidak mau larut dengan kejadian percobaan pembakaran Istana. Saat ini, mereka bahu membahu mempromosikan istana Siak melalui media sosial masing-masing.

"Kami sudah melupakan kejadian itu. Seharusnya sekarang kita berpikir bagaimana pengunjung terus bertambah. Kami ingin istana ramai seperti sedia kala," kata dia, kata Joni, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari istana, Senin (22/1/2018).

Ia menguraikan, upaya percobaan pembakaran sempat heboh di Riau. Ia khawatir pengunjung ke istana Siak akan berkurang. Sebab, kejadian pada 8 Januari 2018 lalu akan memberikan dampak menakutkan bagi pengunjung luar daerah.

"Setelah masyarakat kompak mengutuk perilaku tersangka, Alhamdulillah istana tidak pernah sepi. Ada ratusan orang setiap hari masuk istana, dan banyak kendaraan pariwisata pada akhir pekan," kata dia.

Sedangkan kepada Dinas Pariwisata Siak, Fauzi Asni mengatakan, pihaknya optimistis menatap masa depan. Sedangkan masalah yang terjadi dua pekan lalu adalah fasilitas untuk belajar menjadi lebih baik.

"Kita biarkan proses hukum berjalan, lalu kita membenahi dan menjadikannya pelajaran. Marilah kita bersama-sama memajukan Siak," kata dia.

Terhadap jumlah pengunjung, ia mengatakan justru semakin banyak. Pada Senin (22/1/2018), jumlah tiket terjual sebanyak 280 lembar. Kalau akhir pekan bisa 2 kali lipat dari jumlah itu.

Pada 2017, pengunjung dewasa, anak-anak, baik WNI dan WNA yang memasuki Istana sebanyak 204.936 orang. Jumlah itu menghasilkan PAD sebanyak Rp595 juta. Sedangkan kunjungan wisata ke Istana dan Destinasi lain se kabupaten Siak sejumlah 323.686 orang. Selama liburan Natal dan tahun baru, yang dihitung sejak 23 Desember 2017 sampai 2 Januari 2018 sebanyak 28.118 orang.

"Potensi PAD di dalam istana saja hampir Rp 600 juta. Itu harga tiket hanya Rp 3 ribu. Sekarang harga tiket naik menjadi Rp 10 ribu, maka target PAD sebanyak Rp 1,250 miliar pada 2018 ini," kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help