Tribun Travel

VIDEO: Tugu Nol Kilometernya Pekanbaru, Cocok untuk Selfie Guna Mengingat Sejarah

Tahu dimana awal atau titik nol kilometer jalan di Pekanbaru? Kalau belum tahu, titik nol kilometer itu berada di kawasan

Laporan Jurnalis Tribun Pekanbaru, Nolpitos Hendri

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU – Tahu dimana awal atau titik nol kilometer jalan di Pekanbaru? Kalau belum tahu, titik nol kilometer itu berada di kawasan Pelindo dekat Pasar Bawah atau di tepi Sungai Siak. Titik nol kilometer itu ada tugunya yang dibuat 98 tahun lalu oleh kolonial Belanda.

 Tugu ini merupakan saksi sejarah bahwa Belanda pernah menjajah di Pekanbaru. Tugu ini berada di sebelah kiri pintu masuk pelabuhan Pelindo. Tugu ini bisa dijadikan sebagai lokasi selfie untuk mengingat sejarah. Selain itu, juga dekat dengan gudang Pelindo yang juga saksi sejarah perdagangan di Pekanbaru di masa lalu.

 Lokasi ini akan perindah oleh para penggiat pariwisata Pekanbaru yang membentuk kelompok dengan nama Pekanbaru Heritage Walk. Kelompok ini berisi mereka yang peduli dengan objek wisata dan mempromosikannya kepada dunia.

 Seorang penggiat wisata Pekanbaru, Iwan Syawal kepada Tribunpekanbaru.com pada Selasa (23/1) menyebutkan, tugu titik nol kilometer Pekanbaru itu terletak dekat Gudang Pelindo, tugu ini merupakan patok nol kilometer pendanda pembuatan jalan penghubung antara Pekanbaru-Bangkinang- Payakumbuh. Tugu nol kilometer Pekanbaru ini dibuat oleh Belanda pada tahun 1920.

 “Jalan Penghubung ini menjadi urat nadi perdagangan antara pantai barat dan pantai timur Sumatera saat itu. Barang-barang dari pantai barat Sumatera dibawa menuju pelabuhan lama (Pelindo) oleh kapal-kapal dagang dari Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM), seminggu sekali berlayar dari Pekanbaru menuju Singapura atau Tumasik,” ungkap Iwan.

 Dari Singapura, kata Iwan, barang-barang dari Sumatera dikirim ke berbagai negara. Pembangunan jalan yang ditandai pembuatan patok ini, mengawali pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru.

 “Jadi, ini saksi sejarah, dan ini akan kami bersihkan dan hiasi di sekitarnya, sehingga bisa lebih indah dan bisa dijadikan sebagai objek selfie dan enak mata memandang. Apalagi tugu ini dengan dengan Pasar Bawah, sehingga wisatawan yang datang ke Pasar Bawah bisa juga diajak ke tugu ini,” jelas Iwan. (nol)

Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved