Kampar

Dijual dengan Harga Murah, Bupati Azis Sayangkan Penjualan Rumah Lontiok

Rumah Lontiok peninggalan sejarah berharga dan harus dijaga. Pemerintah dan masyarakat harus melestarikannya.

Dijual dengan Harga Murah, Bupati Azis Sayangkan Penjualan Rumah Lontiok
Facebook Fahmil SE
Anggota DPRD Kampar Fahmil berpose di tangga pintu depan Rumah Lontiok yang diduga dibeli dari Kampar. Di belakangnya tampak Ngarai Sianok Bukittinggi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal menyayangkan penjualan Rumah Lontiok. Apalagi dijual dengan harga sangat murah.

Azis mengaku telah ditelepon Gubernur Riau untuk membahas penjualan Rumah Lontiok. Gubernur meminta supaya hal serupa tidak terulang lagi. ia mengatakan, semua peninggalan sejarah yang dapat dijadikan objek wisata harus dipelihara.

"Sayang dijual. Murah pula. Kabarnya hanya 8 sampai 9 juta. Jangan-jangan rumah kita pun dijual," ungkapnya, Rabu (24/1/2018).

Menurut Azis, Rumah Lontiok termasuk peninggalan sejarah yang berharga dan harus dijaga. Pemerintah dan masyarakat harus melestarikan keberadaannya agar tidak punah.

Azis mengakui, Kampar memang belum memiliki Peraturan Daerah yang mengatur tentang pelestarian peninggalan sejarah. Ia berencana membuat Peraturan Bupati jika Peraturan Daerah terlalu lama disusun.

"Biar cepat, saya bikin Perbup (Peraturan Bupati). Tapi, tergantung DPRD lah. Kalau DPRD mau cepat bikin Perda-nya, kita bikin Perda," ujar Azis. Ia mengatakan, peninggalan sejarah akan diinventarisasi.

Penjualan Rumah Lontiok bikin heboh. Rumah adat khas Kampar di Desa Pulau Belimbing Kecamatan Kuok dijual kepada diduga pengusaha kuliner asal Bukittinggi, Sumatera Barat.

Rumah Lontiok yang dijual itu, kini menjadi pajangan di sebuah rumah makan di kawasan Ngarai Sianok, Bukittinggi. Keberadaan Rumah Lontiok terancam punah. Selain karena dijual, juga rusak termakan usia. (*)

Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help