Kepulauan Meranti

Sambil Menangis, Mantan Anggota Polisi Ini Bantah Segala Tuduhan Jaksa

Saat mendengar tuntutan yang dibacakan JPU, TH langsung menangis dan membantah jika sabu seberat hampir 10 gram tersebut adalah miliknya.

Sambil Menangis, Mantan Anggota Polisi Ini Bantah Segala Tuduhan Jaksa
tribunpekanbaru/guruhbudiwibowo
JPU Kejari Kepulauan Meranti saat memeriksa berkas TH, mantan anggota Polres Kepulauan Meranti yang terjerat dalam kasus sabu beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG- Jika Polres Kepulauan Meranti terus gencar mengungkap peredaran Narkoba di Meranti, Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti tampaknya memberi pelajaran yang cukup berat bagi terdakwa pengedar sabu.

Baru-baru ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kepulauan Meranti menuntut TH, terdakwa pemilik sabu seberat hampir 10 gram selama 10 tahun penjara.

Selain hukuman 10 tahun penjara, JPU Kejari Kepulauan Meranti juga menuntut mantan anggota Polres Kepulauan Meranti yang sebelumnya berpangkat Briptu ini untuk membayar denda sebesar Rp10 miliar subsider 6 bulan penjara.

Winanto SH, JPU Kejari Kepulauan Meranti yang menangani perkara TH tersebut mengungkapkan, sebelum menyiapkan tuntutan atas TH, JPU sudah berkoordinasi dengan pihak Kejati Riau.

Baca: Terkuak! Korban Pelecehan Seksual oleh Perawat Ternyata dalam Kondisi Sadar, Sempat Ngobrol Begini

Baca: Subhanallah, 286 Bangunan Disekitarnya Dilalap Api, Namun Dua Mushola Ini Tak Terbakar Sama Sekali

Baca: Gerhana Bulan Total 31 Januari, Stasiun BMKG Padangpanjang Ajak Masyarakat Sumbar ke Jam Gadang

"Kita sudah meminta petunjuk kepada Kejaksaaan Tinggi Riau dalam melakukan penuntutan terhadap TH, kita harus memberi tuntutan yang berat agar menjadi shock therapy bagi yang lain," ujar Winanto, SH, Minggu (28/1/2018).

Winanto mengungkapkan, pembacaan tuntutan tersebut dibacakan JPU dalam persidangan di PN Bengkalis di Selatpanjang pada Jumat (26/1/2018) sore kemarin.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help