Akreditasi Paripurna, Warga Masih Keluhkan Pelayanan RSUD Bengkalis

Seperti diungkapkan Agustiwaan warga Kelapapati kecamatan Bengkalis yang merasa kecewa dengan pelayan dirasakannya.

Akreditasi Paripurna, Warga Masih Keluhkan Pelayanan RSUD Bengkalis
Tribunpekanbaru/ M Natsir
Ruangan IGD RSUD Bengkalis kini sudah memiliki pelayanan sesuai dengan prioritas penanganan, Rabu (17/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Meskipun sudah mendapat akreditasi sebagai rumah sakit paripurna, namun masih ada saja pelayanan RSUD Bengkalis yang di keluhkan masyarakat Bengkalis.

Seperti diungkapkan Agustiwaan warga Kelapapati kecamatan Bengkalis yang merasa kecewa dengan pelayan dirasakannya.

Agus mengungkapkan, kekecewaannya bermula Minggu (28/1) kemarin, dirinya saat itu mengantar adik iparnya yang akan melahirkan. Saat masuk di RSUD Bengkalis awalnya memang mendapat penanganan langsung oleh perawat.

"Yang kita sayangkan, saat penanganan tidak ada satupun dokter di tempat hanya petugas lainnya seperti Perawat dan Bidan," kata Agus, Selasa (30/1) Siang di Bengkalis.

Ketiga tengah malam, adik ipar saya yang dirawat mengalami sakit. Kemudian pihaknya langsung membangunkan perawat yang bertugas.

"Saat kami bangunkan inilah perawat tersebut seperti marah, dan mengeluarkan kata yang membuat kami tersingung karena kurang menyenangkan, " kata Agus.

Setelah sempat tersingung adik Ipar saya langsung mengalami kejang kejang dan Mulutnya mengeluarkan busa serta darah. "Kita langsung terkejut, tapi di sana tidak ada dokter yang piket, " ungkap Agus.

"Kami tidak tahu apakah emang seperti itu standar operasional prosedur di rumah sakit ini. Dokter piket boleh tidak berada di tempat, " jelas Agus.

Agus menilai, penanganan RSUD Bengkalis sedikit lambat terhadap adiknya. Keluarga bahkan sempat menjadi panik melihat kondisi pasien seperti kritis.

"Kami kira dia sudah meninggal adik kami, penanganan dilakukan menunggu dokter datang di rumah sakit baru ditangani. Namun alhamdulillah masih selamat, " kata dia.

Meskipun Agus merasa kecewa dengan pelayanan di RSUD Bengkalis, Namun pihaknya berterimakasih pihak rumah sakit bisa menyelamatkan bayi serta adiknya tersebut.

"Namun saya harap para petugas bisa lebih ramah lagi. Penanganan pasien juga jangan seperti ini kalau bisa lebih cepat, " pungkasnya.

Pihaknya berharap kejadian ini, bisa menjadi masukan bagi Direktur RSUD Bengkalis dalam membenahi pelayanan. Pasalnya setelah sempat ribut dengan petugas rumah sakit, ternyata banyak keluarga pasien lainnya juga sampaikan hal yang sama.

"Kami sempat ribut dengan petugas rumah sakit dengan pelayanan seperti ini. Bahkan sebagian keluarga pasien yang ada di sana saat itu mengatkan ke kita bilang bagus bang kami juga dibuat seperti itu tadi, " tandasnya. (sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help