Kampar

Ini Kata Bupati Azis Soal Rencana Eksekusi Lahan PTPN V

Jika pengadilan telah memutus lahan berada di dalam kawasan hutan, konsekuensinya harus dikembalikan kepada negara.

Ini Kata Bupati Azis Soal Rencana Eksekusi Lahan PTPN V
Tribun Pekanbaru/ Nando
Bupati Kampar, Azis Zaenal menyampaikan amanat pada Apel Gabungan di Halaman Perkantoran Pemkab Kampar, Senin (4/9/2017). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal ikut berkomentar soal rencana eksekusi lahan PTPN V oleh Pengadilan Negeri Bangkinang. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Kampar memiliki peranan dalam proses hukum, seperti eksekusi.

Azis menegaskan, eksekusi merupakan proses hukum yang harus dipatuhi semua pihak. Ia berharap, perusahaan yang lahannya akan dieksekusi untuk tidak melakukan perlawanan.

"Kalau sudah incraht, harus dipatuhi. Hukum kan panglima kita yang tertinggi," kata Azis saat diminta tanggapannya soal rencana eksekusi lahan PTPN V di Aula Kantor Bupati, Selasa (30/1/2018).

Azis menyerahkan proses eksekusi sepenuhnya kepada penegak hukum. Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, hanya bisa mengkawal putusan pengadilan tersebut.

Menurut Azis, jika pengadilan telah memutus lahan berada di dalam kawasan hutan, konsekuensinya harus dikembalikan kepada negara. Termasuk lahan yang dikuasai berada di luar perizinan, perusahaan juga harus melepasnya.

Azis mengatakan, tidak perlu ada bentrok dalam eksekusi. Bentrok tidak akan terjadi jika semua pihak mematuhi proses hukum. "Saya rasa nggak perlu ada bentroklah," tandasnya.

Eksekusi lahan PT. Perkebunan Nusantara V di Batu Langka Desa Sei Agung Kecamatan Tapung dijadwalkan, Rabu (31/1/2018). Namun alat berat sudah mulai berdatangan ke lokasi sejak Selasa (30/1).

Alat berat disiapkan oleh Yayasan Riau Madani selaku pemohon eksekusi. ‎
Objek yang akan dieksekusi adalah lahan Kelapa Sawit milik PTPN V seluas 2.823,52 hektare. ‎Riau Madani memenangkan gugatan yang diajukannya ke Pengadilan Negeri Bangkinang sampai ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Lembaga peradilan menyatakan bahwa lahan tersebut berada dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Adapun HTI itu milik perusahaan kayu, PT. Perawang Sukses Perkasa Industri, salah satu anak perusahaan Simas Grup. Eksekusi akan mengosongkan lahan dengan menumbangi Kelapa Sawit di atasnya. (*)‎

Tags
PTPN V
Penulis: nando
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help