Terdakwa Korupsi di Inhu Meninggal Satu Hari Sebelum Tuntutan

Informasi ini dibenarkan oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu, Nugroho Wisnu Pujoyono.

Terdakwa Korupsi di Inhu Meninggal Satu Hari Sebelum Tuntutan
Internet
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Terdakwa korupsi lingkungan hidup Satar Hakim dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (30/1/2018) siang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad. Informasi ini dibenarkan oleh Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhu, Nugroho Wisnu Pujoyono.

Wisnu menjelaskan Satar Hakim meninggal dikarenakan tekanan darah tinggi yang dialaminya hingga mengakibatkan pecah pembuluh darah. Sementara itu, menurut agenda persidangan Satar Hakim akan menjalani sidang tuntutan pada Rabu (31/1/2018) besok.

"Menurut agenda besok akan dibacakan tuntutannya, namun karena terdakwa meninggal kita menunggu keputusan hakim. Biasanya hakim akan memutuskan menghentikan penuntutan," kata Wisnu ketika dikonfirmasi melalui seluasnya, Selasa (30/1/2018).

Terkait penanganan perkara korupsi lingkungan hidup yang didakwakan kepada Satar Hakim diduga menyangkut sejumlah pengusaha. Sebab Satar Hakim yang merupakan mantan Kades Usul pernah mengeluarkan sejumlah izin pertambangan di atas kawasan hutan.

Menjawab hal ini, Wisnu menjawab pihaknya akan mempelajari lebih lanjut. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved