Bengkalis

Tergiur Gaji Besar, Mulyani Berangkat Jadi TKI, Belum Sampai Malaysia Wanita Ini Menyesal Duluan

Sampai di Batam, ia dijemput taksi kemudian menuju pelabuhan untuk berangkat ke Bengkalis. Bergabung dengan yang lain di penampungan

Tergiur Gaji Besar, Mulyani Berangkat Jadi TKI, Belum Sampai Malaysia Wanita Ini Menyesal Duluan
TribunPekanbaru/Muhammad Natsir
Mulyani salah satu calon TKI Ilegal saat di Bengkalis, Senin (29/1) kemarin. 

Laporan wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Upaya perdagangan manusia yang terjadi dan berhasil diungkap Polres Bengkalis ternyata cukup tersusun rapi.

Hal ini diakui Mulyani (37) perempuan asal Lombok yang berencana di pekerjakan di Malaysia oleh sindikat perdagangan orang ini.

Mulyani menuturkan pihaknya tergiur dengan tawaran seseorang melalui pesan singkat ke nomor handphonenya saat itu, untuk bekerja keluar negeri. Apalagi jumlah uang setiap bulannya cukup mengiurkan dirinya.

"Awalnya saya dapat sms dari seorang mengaku bernama Ika, dia menawarkan pekerjaan sebagai TKI ke Malaysia. Dengan jumlah gaji cukup besar, " kata Mulyani saat bercerita dengan tribun, Selasa (30/1) siang

Mulyani menambahkan, dirinya mendapat tawaran untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun belum jelas akan dipekerjakan di wilayah mana di Malaysia.

Gaji yang dijanjikan Ika kepada Mulyani sebesar 900 ringit per bulan. Dengan tawaran kontrak selama dua tahun bekerja.

"Saya ditawarkan gaji sebesar 900 Ringit Malaysia perbulan selama dua tahun kontrak. Namun dengan syarat tiga bulan gaji pertama dipotong oleh pihak Ika, " kata Mulyani.

Mulyani merasa tergiur dengan tawaran Ika karena saat ini dirinya memang sedang membutuhkan uang untuk membayar utang.

"Kami butuh uang untuk bayar utang, kami ini orang tidak mampu bekerja saja susah di Lombok, " cerita Mulyani.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help