Istana Siak Terbakar

Hasil Observasi RSJ Segera Keluar, Pelaku Pembakar Istana Siak Bakal Dibawa ke Mapolres Siak

Hasil observasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru terhadap pelaku pembakar Istana Siak Asherayah al Hasyimiyah

Hasil Observasi RSJ Segera Keluar, Pelaku Pembakar Istana Siak Bakal Dibawa ke Mapolres Siak
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Bupati Siak Syamsuar evaluasi Kepala Dinas Pariwisata dan penjaga istana Siak, Selasa (9/1/2018) sore di Istana Siak. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM,SIAK  - Hasil observasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, Pekanbaru terhadap pelaku pembakar Istana Siak Asherayah al Hasyimiyah, Tengku Said Abdullah alias Faisal bakal keluar minggu ini. Rencananya, Faisal bakal dibawa ke Mako Polres Siak. 

"Hasil koordinasi kita dengan pihak RSJ, minggu ini hasil obeservasinya keluar. Tentu kita bawa dulu ke Mapolres Siak," kata Kapolres Siak AKBP Barliansyah melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hidayat Perdana, Rabu (30/1/2018). 
Ia mengatakan, pelimpahan pelaku ke RSJ untuk diobservasi sudah hampir 14 hari. Jika hasil tidak didapat selama 14 hari pertama, maka ada perpanjangan waktu sampai 14 hari kedua.

"Ini baru 14 hari pertama, mudah-mudahan ada hasilnya," kata dia.

Ia menguraikan, pelaku dibawa ke RSJ Pekanbaru karena diketahui mempunyai kartu kuning,  kartu pertanda gangguan kejiwaan yang dikeluarkan RSJ. Kemudian, orangtua pelaku juga menyatakan pelaku sedang mengalami gangguan kejiwaan sejak 5 tahun terakhir. 

AKP Hidayat menerangkan, jika hasil observasi RSJ menunjukan pelaku waras dan tidak mengalami gangguan kejiwaan, maka berkas perkara segera dilimpahlan ke Kejari Siak. Namun, jika pelaku dinyatakan sakit jiwa,  sehingga pelaku harus dirawat di RSJ. 

"Karena itu, bukan polisi yang menyatakan dia sakit jiwa atau tidak. Maka kita tunggulah dulu hasil pemeriksaan dari RSJ," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Faisal secara diam-diam membakar bagian dalam istana Siak pada Senin (8/1/2018) siang. Upayanya membakar istana peninggalan Sultan Syarief Kasim II itu tidak diketahui penjaga Istana. Motifnya, karena Faisal kecewa dengan Pemkab Siak akibat diusirnya gerai pernak-pernik adiknya yang berada di belakang Istana Siak

Pada hari kejadian, Faisal belum berhasil ditangkap polisi. Namun,  sehari setelahnya,  ia tertangkap. Menurut keterangan Kapolres Siak AKBP Barliansyah, Faisal ditangkap di Pekanbaru. Sementara keterangan pihak Polda Riau Faisal ditangkap di wilayah Siak lalu dibawa ke Pekanbaru terlebih dahulu,  kemudian digelandang ke Mapolres Siak. 

Orangtua pelaku, Syarifah Nadhira mengatakan keluarganya masih kerabat kesultanan Siak. Sehingga selama ini masih menempati bangunan -bangunan yang ada di samping dan belakang istana. Namun pemerintah mengusirnya dengan alasan kompleks Istana Siak sudah menjadi milik negara berdasarkan putusan pengadilan. 

"Kami tidak ingin merampas aset negara. Kami hanya ingin diperhatikan Pemerintah sebagai kerabat kerajaan. Selama ini hanya itu tuntutan kami," kata dia.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help