TribunPekanbaru/

Mahasiswa Asal Siak Ikuti LKTD GMPKS

Puluhan mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi itu pulang kampung untuk mengikuti kegiatan itu.

Mahasiswa Asal Siak Ikuti LKTD GMPKS
Tribun Pekanbaru/ Mayonal Putra
Keluarga Besar GMPKS berfoto bersama dengan Asisten I Pemkab Siak L Budhi Yuwono, Jumat (2/1) usai pembukaan LKTD di gedung Dharma Wanita. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Mahasiswa asal kabupaten Siak dari berbagai kampus tampak semangat mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang digelar Gerakan Mahasiswa Peduli Kabupaten Siak (GMPKS), Jumat (2/1/2018) di gedung Dharma Wanita, jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura. Puluhan mahasiswa yang kuliah di berbagai perguruan tinggi itu pulang kampung untuk mengikuti kegiatan itu.

Menariknya, kegiatan itu dihadiri oleh Asisten I Pemkab Siak L Budhi Yuwono. Beberapa tokoh masyarakat dan mantan aktivis yang tinggal di Siak juga ikut menyupport kegiatan itu.

Ketua Umum GMPKS Fahrurrazi mengatakan, LKTD merupakan kegiatan rutin yang digelar minimal setahun sekali. Tujuannya memberikan basic training tentang kepemimpinan, sekaligus sebagai wahana untuk merekrut anggota baru.

"Karena pola perekrutan yang kita lakukan sama dengan organisasi kader, maka GMPKS masih diminati hingga sekarang. Meskipun organisasi ini organisasi kedaerahan, namun kaderisasi menjadi tulang punggung organisasi," kata mahasiswa Fakultas Hukum Unri itu.

Peserta yang mengikuti LKTD kali ini sebanyak 30 orang. Jumlah ini memenuhi kuota maksimal dari target yang disepekati. Apalagi ruangan pelatihan juga terbatas. Namun, anggota GMPKS juga banyak yang "turun gunung" mengawasi pelaksanaan kegiatan. Mulai dari alumni, senior, pengurus hingga anggota, berbaur membantu panitia.

"Setelah mereka lulus LKTD yang digelar selama 3 hari 3 malam, maka mereka menjadi anggota baru di GMPKS," kata dia.

Tindaklanjut dari lulusan LKTD juga terus digelar. Baik di Pekanbaru maupun di Siak. Tujuannya, supaya kader baru GMPKS tidak berhenti berkegiatan di luar perkuliahan setakat LKTD saja.

"Kita sengaja membuat kegiatan LKTD ini di Siak, karena sesuai semangat yang kita usung, yakni mahasiswa yang berasal dari Siak. Jadi ini sekaligus momen untuk pulang kampung dan bersilaturrahmi antar mahasiswa asal Siak," kata dia.

Dengan adanya GMPKS ini, kata dia, mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berasal dari Siak saling mengenal. Sesekali pulang kampung ada kegiatan yang digelar. Seperti bakti sosial, gotong royong, atau diskusi dengan tokoh masyarakat.

"Saya berharap masyarakat dan pemerintah terus mendukung GMPKS. Namun kami juga tidak berhenti mengkritisi pemerintah terkait program kerjanya," kata dia.

L Budhi Yuwono mengaku bangga dengan GMPKS. Sebab, GMPKS dianggap bukan hanya organisasi mahasiwa yang berpatron kedaerahaan. Namun, semacam organisasi kader yang membentuk watak dan karakteristik mahasiswa menjadi kuat.

"Mereka juga tidak selalu menjunjung puji pemerintahan. Bahkan mereka lebih sering mengkritisi, tetapi sangat membangun. Gagasan GMPKS juga sangat hebat, sehingga kadang kala menjadi pertimbangan berarti bagi pemerintahan," kata dia.

Jamaluddin meminta GMPKS tetap konsisten dengan perjuangannya mengangkat martabat kabupaten Siak, memupuk kecerdasan intelektual dan membangun silaturrahmi sesama anggota.(*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help