Studi Ini Sebut, Terlalu Banyak Bicara Jadi Penyebab Hubungan Seks Berakhir Tidak Memuaskan

82 persen single mengatakan terlalu banyak berbicara adalah cara tercepat mendapatkan seks yang dinilai buruk

Studi Ini Sebut, Terlalu Banyak Bicara Jadi Penyebab Hubungan Seks Berakhir Tidak Memuaskan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tidak ada yang ingin memiliki pengalaman buruk di tempat tidur ketika bersenggama.

Untungnya, penelitian menunjukkan ada beberapa hal yang bisa Anda hindari untuk membuat perbedaan besar.

Match.com, salah satu layanan kencan online terbesar di dunia, baru saja merilis studi Singles in America tahunan, yang mengumpulkan lebih dari 5.000 orang usia 18 dan lebih tua dalam setiap aspek kehidupan romantis mereka.

Meskipun ada banyak statistik menyenangkan yang keluar dari edisi tahun ini, satu fakta menonjol: beberapa dari kita mengacaukan seks.

Baca: Warga Geger Neneng Simpan 2 Jenazah di Dalam Rumah, Ini 5 Faktanya, Ritual Klenik Hingga Santet

Baca: Satpol PP Pergoki Dua Sejoli yang Mau Buka Baju, Saat Diperiksa, Pengakuan si Wanita Bikin Kaget

Dalam survei tersebut, Match.com bertanya kepada orang-orang lajang apa bendera merah terbesar mereka saat berhubungan seks.

82 persen single mengatakan "terlalu banyak berbicara" adalah cara tercepat untuk mendapatkan seks yang dinilai buruk, diikuti oleh "tidak ada gairah" pada 74 persen.

Lalu "gerakan kecil" pada 63 persen, dan akhirnya, menjadi pencium yang buruk pada 62 persen.

Jadi apa kebalikan dari seseorang yang banyak bicara, tidak bergerak, dan tidak bergairah? Studi ini memiliki beberapa wawasan tentang apa yang membuat hubungan seks baik.

Halaman
12
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help