Kepulauan Meranti

Komisi II DPRD Meranti Minta Disperindagkop Pantau Tabung Melon Ditempel Pelat

Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop), M Azza Fachroni mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian

Komisi II DPRD Meranti Minta Disperindagkop Pantau Tabung Melon Ditempel Pelat
Facebook Awang Najwa
Lempengan besi yang diduga jadi pemberat tabung gas 3 kg viral 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Taufiek meminta Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Kepulauan Meranti segera menindaklanjuti tabung gas melon yang ditempel pelat tambahan.

Ia menilai, tambahan pelat besi tersebut adalah akal-akalan agen pengisian gas tabung melon untuk mengurangi isi tahun melon.

"Pembuatan itu merugikan masyarakat kecil. Sebab, tabung gas melon kan diperuntukkan bagi masyarakat kecil," ujar Taufiek, Senin (5/2/2018).

Seharusnya masyarakat kecil medapatkan isi bersih gas seberat 3 kilogram dari tabung melon.

Namun karena ditempel pelat besi, masyarakat kecil tidak lagi mendapatkan gas yang sesuai.

"Pasti tidak sesuai lah timbangan gasnya, coba dicek ke lapangan,"

Sementara itu, kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disperindagkop), M Azza Fachroni mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindaklanjuti temuan tabung gas yang ditempel pelat besi.

Lempengan besi yang diduga jadi pemberat tabung gas 3 kg viral
Lempengan besi yang diduga jadi pemberat tabung gas 3 kg viral (Facebook Awang Najwa)

"Kami tadi sudah ke lapangan dengan pihak kepolisian ke sejumlah agen, iya memang ada temuan," kata M Azza.

Azza mengimbau agar masyarakat teliti saat membeli tabung gas melon.

Jika ada ditemukan tabung gas melon yang ditempel pelat besi, Azza meminta masyarakat untuk melaporkannya ke Disperindagkop UKM.

"Laporkan segera ke kami, kami akan panggil agennya," ujarnya.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help