Rokan Hulu

Miris, di Desa Rambah Muda Banyak Anak Jarang Pulang dan Bolos Sekolah‎, Ternyata Ini Penyebanya

jika kedapatan tidak mengindahkan surat edaran yaang di buat desa, pihaknya akan berikan sanksi teguran.

Miris, di Desa Rambah Muda Banyak Anak Jarang Pulang dan Bolos Sekolah‎, Ternyata Ini Penyebanya
shanghaiist
ilustrasi 
 
Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma Putra 
 
TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Kepala Desa Rambah Muda, Kecamatan Rambah Hilir, Rian Deny Setiawan, S.IP, mengaku banyak menerima keluhaan para orang tua, bahwa anak-anak sudah jarang pulang akibat bermain internet di Warnet. 
 
Ia menambahakan, dengan banyaknya laporan orang tua di Rambah Muda terkait banyaknya anak meraka yang jarang pulang dan bolos sekolah gara-gara bermain di Warnet. Dirinya sudah memanggil para pemilik warnet untuk membuat surat pernyataan. 
 
"Sudah kita panggil dan kita buat kesepakatannya, bersama para pemilik warnet, dan kita juga sudah sampaikan kepada pemilik warnet terkait keluhan para orang tua yang anaknya jarang pulang karena main di warnet," katanya, Senin (5/2/2018). 
 
Rian menjelaskan, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para orang tua, ia mengeluarkan surat edaran terkait usaha warnet yang ada di desa rambah muda, dan itu disetujui oleh pemilik warnat. 
 
Lebih lanjut diterangkanya, adapun isi dari surat Edaran tersebut mengenai batasan -batasan pengunjung Warnet. Dimana, surat edaran tersebut berisikan, yang  pertama di hari- hari sekolah siswa siswi, SD, SMP maupun SMA, maksimal bermain di Warnet pukul 22.00 WIB.
 
‎"Kalau melebihi jam 22.00 Wib pemilik warnet wajip  menyuruh anak tersebut pulang, ya diusir lah gitu suruh mereka pulang kalau sudah lewat batas waktunya," imbuhnya.
 
Kemudian, Pemilik warnet wajib memantau agar tidak ada Porn akses bagi pengguna Warnet terutama anak-anak sekolah, karena sangat berbahaya bagi lingkungannya. 
 
‎Selanjutnya, tambah Rian, disurat edaran itu pemilik warnet juga harus bisa menghindari suara-suara berisik atau yang bisa mengganggu warga setempat.
 
"Dan yang paling penting,  dilarang membawa minuman-minuman keras ataupun narkoba. Dan Pemerintah desa berhak melakukan sidak kapan saja dan dimana saja," ungkapnya. 
 
Rian menegaskan, jika kedapatan pengusaha warnet yang tidak mengindahkan surat edaran yaang di buat desa, pihaknya akan berikan sanksi  teguran. dan teguran itu ada dua macam, yang pertama teguran yang sifatnya tertulis, dan kemudian dilakukan penutupan. 
 
Diterangkanya, surat edaran ini dikeluarkan pihak desa juga karena laporan dari majelis guru, yang khawatir akan menganggu para Siswa Siswi ‎dalam menghadapi UNBK.
 
Dirinya juga menghimbau kepada para orang tua untuk bisa bekerjasama dalam mengawasi anak-anaknya. Jika hanya pihak desa dan pengusaha warnet saja yang mengawasi, tentunya tidak akan efektif. 
 
"Ya kita minta kerjasamanya lah, ini kan untuk kepentingan kita bersama dan generasi muda Rambah Muda juga," pintanya. 
 
Sementara, Afni warga Rambah Muda mengaku senang dengan dikeluarkannya surat edaran tersebut, pasalnya, anaknya selalu pulang larut malam bahkan pernah samapi tidak pulang. 
 
"Ya alhamdullah lah, kalau sudah ada perhatian dari desa, jadi kehawatiran saya sedikit berkurang, apalagi ada jam maksimalnya, semoga anak saya bisa pulang sebelum jam 22.00 WIB," tutupnya.
Tags
warnet
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved