TribunPekanbaru/

Bakar Mobil Rombongan Proyek Geothermal di Solok, Edi Cotok Diringkus Polisi

Beberapa massa yang mencegat, di antaranya Edi Cotok yang kami tangkap di Tanggerang, Banten, dan Indra Putra yang kini DPO

Bakar Mobil Rombongan Proyek Geothermal di Solok, Edi Cotok Diringkus Polisi
Tribunpadang.com/Riki Suardi
Yuzarwedi alias Edi Cotok, Ayu Dasril dan Hendra Kacak, tersangka kasus pengrusakan dan membakar mobil yang ditumpangi rombongan PT Hitay Daya Energi, yang ketika itu mengunjungi lokasi proyek geothermal 

Laporan Riki Suardi, Kontributor Tribunpadang.com

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Aksi brutal ratusan massa yang mengatas namakan sebagai Masyarakat Salingka Gunung Talang yang menolak proyek geothermal di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada November 2017 lalu berbuntut panjang. 

Tiga orang masyarakat Tabek Lanyek, Jorong Gurah, Nagari Batu Bajanjang, Lembang Jaya, Kabupaten Solok, terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian Polda Sumbar, setelah pihak PT Hitay Daya Energi, melaporkan kasus pengurusakan tersebut.

"Ketiga masyarakat itu sudah dijadikan tersangka dan mereka telah kami tahan. Ketiganya terlibat pengruskan dan membakar mobil yang ditumpangi rombongan PT Hitay Daya Energi, yang ketika itu mengunjungi lokasi proyek geothermal," kata Dir Reskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Erdi Adrimurlan Chaniago, Selasa (6/2/2018).

Ketiga tersangka, lanjutnya, bernama Yuzarwedi alias Edi Cotok, Ayu Dasril dan Hendra Kacak. Saat ini ketiga pelaku sudah dijadikan tersangka dan masih menjalani proses penyidikan. Selain ketiga pelaku, penyidik juga menetapkan sembilan orang DPO Polda Sumbar

Saat ini, sembilan DPO itu masih dicari keberadaannya oleh petugas Polda Sumbar. Bahkan, untuk mempersempit ruang gerak para DPO, petugas juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian di Polda tetangga, seperti Riau, Jambi dan Medan. 

Dalam kasus pengrusakan ini, sebut Erdi, juga diamankan barang bukti berupa satu unit mobil Innova BA 888 FR yang sudah hangus dibakar, satu potong kayu dan delapan buah batu ukuran kepalan tangan orang dewasa yang digunakan untuk merusak mobil.

"Selain itu, juga kami amankan barang bukti lainnya seperti pecahan kaca mobil dan mencis atau korek api gas yang dipakai pelaku untuk membakar mobil Innova tersebut," ujarnya. 

Kasus pengrusakan itu, jelas Erdi, terjadi pada 20 November 2017 sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, pelapor Heri Agus Susanto bersama tiga orang rekannya dari PT Hythai Daya Energi, berkunjung ke lokasi proyek Geothermal di Tabek Lanyek, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya. 

Sesampai di lokasi Tabek Lanyek, dua orang rekan pelapor, yaitu Novianto dan Yudhi Dahlan, kemudian turun dari mobil. Setelah itu, keduanya meninjau lokasi dengan jalan kaki sejauh 300 meter menggunakan GPS. untuk mengecek kemiringan dan mencari lokasi yang datar. Sedangkan pelapor serta seorang sopir, menunggu di atas mobil.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help