Diskomifo Bengkalis Bentuk Tim Untuk Mengawasi Medsos ASN Bengkalis

Pemerintah Bengkalis membentuk tim untuk mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Bengkalis di media sosial (Medsos)

Diskomifo Bengkalis Bentuk Tim Untuk Mengawasi Medsos ASN Bengkalis
Tribun Pekanbaru/ Muhammad Natsir
Diskominfo Bengkalis memperlihatkan Aplikasi pengaduan Netralitas ASN 

Laporan Wartawan tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Pemerintah Bengkalis membentuk tim untuk mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Bengkalis di media sosial (Medsos) selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Riau tahun ini. Tim khusus untuk mengawasi netralitas ASN ini dibentuk langsung Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfo) Bengkalis.

"Kami sudah siapkan 11 orang tim pemantauan untuk mengawasi gerak-gerik ASN di Medsos, agar tidak terlibat dalam politik praktis," ungkap Plt Kepala Diskominfo Bengkalis, Johansyah Syafri, Selasa (6/2) pagi.

Menurut Johan,netralitas ASN sangat penting pada Pilkada ini maupun Pemilu Mendatang. Karena kenetralan ASN tersebut sudah diatur pada Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain itu Surat Edaran Kemenpan RB juga mengatur larangan ASN terlibat politik praktis.

Dalam surat edaran menteri tersebut bahkan, melarang ASN untuk mengunggah, menanggapi seperti memberikan like, komentae atau sejenisnya. Mereka juga dilarang menyebarluaskan gambar atau foto, visi dan misi bakal calon kepala daerah di medsos apapun.

"Jangan sampai ada yang terlibat politik praktis meskipun melalui medsos. ASN harus menjaga netralitas," jelas Johan.

Untuk itu Johan berharap, ASN Bengkalis berhati-hati dalam menggunakan akun medsos seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Google Plus, Path, website dan lain sebagainya. Karena jika nanti tim yang sudah dibentuk ini menemukan terlibatan ASN dalam politik praktis, maka akan dilaporkan ke BKPPD Bengkalis.

" Mereka akan ditindak dan diberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya," pungkas Johan.

Tim pengawasan media sosial selama Pilkada ini diketuai Kepala Bidang Sumber Daya Komunikasi dan Informasi Diskominfo Bengkalis, Adisutrisno. Sekretarisnya Kepala Seksi Pelayanan Informasi, Nasril dan dibantu sejumlah anggota.

Selain membentuk tim pengawasan media sosial pihak Diskominfo Bengkalis juga meluncurkan Aplikasi online pengaduan netralitas ASN yang bisa diakses di https://pengaduan.bengkaliskab.go.id/.

"Kami mohon bantuan dan kerjasama masyarakat untuk segera melaporkan, apabila menemukan ASN melakukan kegiatan yang dilarang di medsos dengan tangkapan layar (screenshot)sebagai bukti, agar kami bisa memberikan tindakan lebih lanjut", terang Johan.

Kegiatan yang dimaksud berupa menguggah foto serta komentar atau sejenisnya. ASN juga dilarang menyebarluaskan gambar atau foto, visi dan misi bakal calon kepala daerah di media sosial.

"Kita juga menjamin keamanan identitas Pelapor, dan akan kami rahasiakan. Identitas dan kontak Pelapor akan diberikan kepada pihak-pihak tertentu saja dengan tetap mempertimbangkan urgensi dan potensi konsekuensinya," tandasnya.(sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help