Menteri BUMN akan Resmikan Tiga Bantuan Insfrastruktur di Lubuk Kilangan yang Dibangun Semen Padang

Ketiga insfrastruktur yang dibangun tersebut merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat lingkungan.

Menteri BUMN akan Resmikan Tiga Bantuan Insfrastruktur di Lubuk Kilangan yang Dibangun Semen Padang
Foto/semenpadang.co.id
kantor PT Semen Padang 

Laporan Riki Suardi, Kontributor Tribunpadang.com

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Menteri BUMN Rini Mariani Soemaro akan meresmikan tiga insfrastruktur yang dibangun PT Semen Padang melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, di tiga lokasi berbeda yang ada di lingkungan perusahaan semen di Sumatera Barat tersebut.

Ketiga bantuan insfrastruktur itu yang akan diresmikan pada 8 Februari mendatang itu, berada di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, yaitu tiga ruang kelas di SMP Negeri 38 Tarantang, jembatan gantung Baringin, dan jembatan permanen yang menghubungkan Batu Gadang dengan Indarung via SMA Negeri 14 Padang.

Kepala Biro CSR PT Semen Padang, Muhamad Ikrar mengatakan, ketiga insfrastruktur yang dibangun tersebut merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap masyarakat lingkungan.

Bahkan untuk membangun ketiga insfrastruktur itu, perusahaan telah mengeluarkan anggaran Rp2 miliar lebih.

Seperti jembatan penghubung antara Kelurahan Indarung dengan Kelurahan Batu Gadang via SMA Negeri 14 Padang misalnya.

Total anggaran untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai Rp Rp1,1 miliar lebih.

Sedangkan pembangunan tiga ruang kelas di SMP Negeri 38 Tarantang berjumlah sekitar Rp500 juta, dan pembangunan jembatan Baringin sebesar Rp440 juta lebih.

“Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Baringin dengan Kelurahan Koto Lalang itu berawal dari meluapnya Sungai Baringin pada pertengahan Maret 2017, dan itu disebabkan karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kota Padang ketika itu, sehingga membuat jembatan gantung tersebut putus,” kata Ikrar.

Sebelum membangun jembatan gantung, lanjut Ikrar, PT Semen Padang juga telah membangun jembatan darurat menggunakan kontainer bekas dan potongan besi bekas tiga hari pasca-jembatan gantung putus.
Namun tiga bulan setelah dibangun, jembatan darurat itu juga putus diterjang kuatnya arus Sungai Baringin yang meluap karena debit air dari hulu sungai meningkat.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help