TribunPekanbaru/

Pembangunan Pemecah Gelombang di Bengkalis Berkurang di Tahun 2018

Upaya mengatasi Abrasi di Bengkalis dengan pembangunan turap pemecah gelombang melalui APBD Bengkalis tahun 2018 mengalami pengurangan

Pembangunan Pemecah Gelombang di Bengkalis Berkurang di Tahun 2018
Tribun Pekanbaru/ Muhammad Natsir
Kondisi Abrasi di Parit Tiung desa Jangkang Kecamatan Bengkalis 

Laporan wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Upaya mengatasi Abrasi di Bengkalis dengan pembangunan turap pemecah gelombang melalui APBD Bengkalis tahun 2018 mengalami pengurangan dibandingkan tahun sebelumnya. Padahal kondisi abrasi yang di alami pulau Bengkalis dan Rupat terus mengancam bibir pantai di wilayah Bengkalis.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis Irwandi mengatakan, untuk tahun 2018 ini kegiatan pembangunan pemecah gelombang yang dianggarkan ada sebanyak empat kegiatan. Empat kegiatan tersebut di beberapa kecamatan.

Empat kecamatan yang akan di bangun pemecah gelombang terdapat kecamatan Bantan Desa Teluk Papal, kecamatan Bukit Batu Parit Satu desa Api Api. Kemudian kecamatan Rupat Kelurahan Tanjung Kapal tepatnya di dusun Rempang Akit, Sementara Kecamatan Rupat Utara di Desa Teluk Rhu.

"Total anggaran pembangunan pemecah gelombang tersebut berkisar 7,75 miliar rupiah," terang Irwandi.

Menurut dia, kondisi pembangunan pemecah gelombang ini, jika dibandingkan tahun sebelumnya mengalami penurunan sangat signifikan. Untuk tahun 2017 lalu pembangunan pemecah gelombang bahkan mencapai 22 kegiatan di lima kecamatan.

"Ini tentu dipengaruhi dengan adanya penurunan APBD Bengkalis tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 lalu," kata dia.

Selain itu berkurangnya kegiatan pembangunan pemecah gelombang tersebut dikarenakan tahun 2018 ini sejumlah program Multiyear mulai berjalan. "Kita ketahui memang di tahun ini ada beberapa program Multiyear. Sehingga anggaran pembangunan lebih di fokuskan ke sana," terang dia.

Selain pembangunan dari anggaran APBD Bengkalis, untuk tahun 2018 ini, Bengkalis juga mendapat anggaran dari APBN untuk mengatasi Abrasi dengan pembangunan pemecah gelombang. Jumlah anggaran untuk pembangunan pemecah gelombang tersebut sekitar sepuluh miliar rupiah.

"Tahun 2017 lalu kita ajukan ke APBN untuk pembangunan pemecah gelombang. Namun tahun ini baru dua yang dikabulkan, yakni desa Bantan Air dan Desa Api Api," tandasnya.

Seperti diketahui, kondisi pulau Bengkalis dan Pulau Rupat terus tergerus oleh abrasi setiap tahunnya. Satu diantaranya terjadi di ujung Parit Tiung desa Jangkang yang berhadapan langsung dengan laut memang terlihat memprihatinkan. Jalan bagian ujung yang berhadapan dengan laut selat Malaka sudah terlihat runtuh meskipun masih terlihat bentuknya tapi sudah jatuh.

Selain itu kiri kanan jalan merupakan perkebunan masyarakat, kondisi tanahnya sudah berlubang dan hampir jatuh ke laut. Kondisi ini terus terjadi setiap tahunnya, bibir pantai terus terkikis Abrasi.(sir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help