SMA Unggul Terpadu Ditutup, Ketua DPRD Kampar: Biar Ajalah

Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri menanggapi santai tentang penutupan SMA Negeri Unggul Terpadu Serambi Mekkah.

SMA Unggul Terpadu Ditutup, Ketua DPRD Kampar: Biar Ajalah
tribunpekanbaru/Nando
Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri menanggapi santai tentang penutupan SMA Negeri Unggul Terpadu Serambi Mekkah. Ia menilai keputusan itu sudah tepat.

Fikri bukan pada posisi mendukung sekolah itu ditutup. Namun, kata dia, kebijakan tersebut harus diambil oleh Pemerintah Provinsi Riau karena tidak ada solusi lain.

"Biar ajalah. Yang mendirikan sekolah itu kan, Pemkab Kampar. Bukan Pemprov Riau," kata Fikri, Selasa (6/2/2018). Menurut dia, kondisi sekolah sedang tidak baik saat kewenangannya ditarik dari Pemkab Kampar ke Pemprov Riau.

Apalagi, kata Fikri, jumlah siswanya semakin susut. Artinya, peminat sekolah itu menurun. "Kalau siswanya nggak ada lagi, tentu harus ditutuplah," tandasnya.

Ketua DPD II Partai Golongan Karya Kampar ini mengatakan, Pemprov Riau telah berupaya mencari solusi untuk mempertahankan sekolah tersebut tetap eksis. Namun, kata dia, Pemprov Riau tidak mungkin mengambil risiko terlalu besar untuk mempertahankannya.

Fikri menyatakan, Pemprov Riau tidak bisa disalahkan dalam persoalan sekolah tersebut. Justru Pemprov Riau tidak mungkin menerima kewenangan mengelola sekolah tanpa aset.

Sebelumnya, Politisi Partai Gerindra di DPRD Kampar, Zumrotun yang mendapat penjelasan dari Dinas Pendidikan Riau. Ia menyatakan, sekolah tidak mempunyai aset berupa gedung dan masih gedung bekas Kantor Bupati Kampar. Sehingga Pemprov Riau tidak bisa menerima pelimpahan wewenang dari Pemkab Kampar. (*)

Penulis: nando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help