Tanpa Dana Hibah, Ini Cara Masjid Agung Islamic Center Rohul Tutupi Biaya Operasional yang Besar

Siapa sangka, masjid yang megah tersebut harus bisa menghidupi dirinya sendiri, dengan biaya operasional masjid yang terbilang sangat besar.

Tanpa Dana Hibah, Ini Cara Masjid Agung Islamic Center Rohul Tutupi Biaya Operasional yang Besar
Tribun Pekanbaru/ Donny Putra
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Siapa yang tak kenal dengan kemegahan dan keindahan dari masjid terbesar di Rokan Hulu (Rohul), Masjid Agung Islamic Center. Karena kemegahan dan keindahaanya, Masjid Islamic Center menjadi masjid paripurna terbaik tingkat nasional.

Namun siapa sangka, masjid yang megah tersebut harus bisa menghidupi dirinya sendiri, dengan biaya operasional masjid yang terbilang sangat besar.

Pasalnya dana hibah pemkab Rohul tidak lagi mengalir pada 2016 dan 2017.

Ketua Masjid Agung islamic center, H Zulyadaini ‎mengaku, meski tak mendapat dana hibah dari pemkab Rohul, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk membiayai operasional yang ada di masjid kebanggaan masyarakat Rohul ini.

"Walaupun kita tidak mendapat lagi dana hibah, bukan berarti Masjid Agung Islamic Center ini tidak berjalan, kita berusaha bagaimana ‎masjid ini tetap bisa memberikan kenyamanan ibadah bagi para pengunjungnya," katanya, Selasa (6/2/2018).

Ia menambahkan, untuk biaya operasional Masjid Agung ini pihaknya bertumpu pada pendapatan bisnis center dan wisata menara yang ada di area Masjid agung islamic center ini.

H Zul sapaan akrabnya juga mengaku, dengan adanya pendapatan dari bisnis center dan menara ini tentunya sangat membantu sekali terkait biaya operasional masjid, meskipun ada bantuan perbaikan dari donatur dan Pemda.

"Karena kita tidak lagi mendapat dana hibah, tentunya pendapatan dari bisnis center dan menera ini lah yang menutupinya, meskipun belum cukup, namun ini masjid akan tetap beraktifitas," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kenyamanan dalam beribadah akan terus dijaga oleh pihaknya, meskipun dalam keterbatasan, untuk itulah dirinya menginginkan semua masyarakat Rohul ikut berperan dalam memakmurkan masjid ini.

Diakuinya, Islamic Center ini sudah menjadi Ikon Rohul yang perlu dijaga bersama, jika ikon ini rusak maka nama Rohul juga akan ikut rusak, untuk itulah mari bersama memakmurkanya.

"Gak bisa dipungkiri, orang luar Rohul lebih mengenal Islamic center ketimbang lainya. Makanya kita jaga bersama ikon ini, sehingga menjadi rujukan wisata religi bagi masyarakat luar," harapnya.

H. Zul juga mengaku, pihaknya tidak sempurna dalam menjalankan masjid kebanggaan masyarakat Rohul ini, meskipun ada keluhan dan masukan dari pengunjung ataupun dari luar. Dirinya akan berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah yang mengunjungi Islamic Center.

"Kita akan berusaha bagaimana masjid kebanggan masyarakat Rohul ini tetap menjadi ikon Rohul," pungkasnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help