Daya Ungkit Balai Latihan Kerja

Kepala Bappenas sempat memaparkan pendidikan vokasi Jerman terbukti telah berhasil mengurangi pengangguran

Daya Ungkit Balai Latihan Kerja
IST
Bernard M, Ketua Peduli Isu Bonus Demografi, Head Marketing Smart Plus Technology

CITIZEN JOURNALISM

Laporan Bernard M, Ketua Peduli Isu Bonus Demografi, Head Marketing Smart Plus Technology

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Baru-baru ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas), Prof Dr Bambang Brodjonegoro telah menyepakati kerjasama bersama negara Jerman dalam pendidikan teknis dan vokasional atau Technical and Vocational and Education Training ( TVET ).

Kepala Bappenas sempat memaparkan pendidikan vokasi Jerman terbukti telah berhasil mengurangi pengangguran, karena juga didukung oleh pendidikan vokasi yang bersinergi dengan industri.

Kesuksesan Jerman dalam mengurangi pengangguran di negaranya dengan pendidikan vokasi, di dukung dengan beberapa prinsip yaitu kerjasama pemerintah dan industri, penerapan standar nasional, kualifikasi tenaga pendidikan kejuruan, dan ketersediaan institusi penelitian.

Tantangan terbesar bagi Indonesia dalam memaksimalkan penyerapan tenaga kerja adalah yang berhubungan dengan riset dan penelitian.

Bercermin dari anggaran Riset dan Teknologi (Ristek) beberapa negara, anggaran tersebut minimal berkisaran sekitar 2,5 persen - 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan data yang di tampilkan Bank Dunia pada tahun 2015, Amerika yang di jadikan tolak ukur dalam hal Ristek, mengucurkan 2,81 persen atau setara nilai PDB USD 17,9 Triliun , Jerman 2,85 persen atau setara PDB USD 3,3 Triliun), dan terbesar negara Korea Selatan dengan 4,15 persen atau setara PDB USD 1,3 Triliun.

Dari kucuran dana ini bisa dibayangkan berapa ratus triliun yang di kucurkan oleh negara tersebut dalam anggaran riset.
Celakanya, Indonesia hanya mengeluarkan anggaran riset dan penelitian sekitar 0,2 persen tahun 2016 dari total Produk Domestik Bruto ( PDB ) sekitar 12,406 Triliun.

Rancangan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara ( RAPBN ) 2018, Kementerian Riset Teknologi Dan Perguruan Tinggi ( Kemenristekdikti) mendapatkan anggaran sekitar 41,2 triliun. Sudah bisa ditebak, Riset Dan Pengembangan (Risbang) mendapatkan anggaran kecil, hanya berkisar Rp 1,7 triliun.

Di negara tetangga Malaysia saja untuk ini mengucurkan dana riset lebih dari 150 triliun atau 2,8 persen dari PDB tahun 2017.

Halaman
12
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help