Lewati Batas Surat Penegasan, Tim Terpadu Belum Kunjung Tertibkan Pedagang di Pasar Gedang

Tim terpadu Operasi Yustisi Kota Dumai belum kunjung menertibkan Pasar Panglimo Gedang.

Lewati Batas Surat Penegasan, Tim Terpadu Belum Kunjung Tertibkan Pedagang di Pasar Gedang
tribunpekanbaru/fernando
Aparat gabungan menutup akses ke Pasar Panglimo Gedang, Senin (15/1/2018). Mereka menumpuk tanah di depan akses jalan pasar dari Jalan MH Thamrin, Kota Dumai 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAIBARAT- Tim terpadu Operasi Yustisi Kota Dumai belum kunjung menertibkan Pasar Panglimo Gedang. Para pedagang masih berdagang di sana hingga Rabu (7/2/2018). Sesuai Surat Penegasan dari Walikota Dumai, Zulkifli AS para pedagang di pasar tepi Jalan MH Thamrin, Kota Dumai harus pindah terhitung, Selasa (6/2/2018) kemarin.

Walikota Dumai mengimbau agar para pedagang bisa berjualan di Pasar Klakap Tujuh. Pasar Panglimo Gedang berada di lokasi bukan peruntukan pasar. Pasar ini juga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Dumai, Zulkanaen mengaku penertiban para pedagang di Pasar Panglimo Gedang masih dalam proses. Ia tidak merinci proses penertiban pasar ilegal. "Saat ini masih dalam proses," terangnya, Rabu sore.

Menurutnya, penertiban pedagang di pasar bentukan Awaluddin atau Haji Gedang butuh proses. Ia mengaku tim terpadu tidak bisa melakukan penertiban secara langsung. Ia mengklaim lebih mudah menertibkan pedagang yang ada di tepi jalan.

"Kalau pedagang di tepi jalan mungkin bisa kami tertibkan langsung. Kalau pedagang di dalam butuh proses," papar Zulkarnaen.

Kepala Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo mengaku bakal melakukan pendekatan persuasif. Mereka masih memantau para pedagang agar tidak berjualan di tepi hingga badan jalan. Proses penertiban Pasar Gedang juga belum pasti jadwalnya.

"Jadi yang penting sekarang kuncinya Dinas Perdagangan Dumai dapat mengayomi menenangkan pedagang, agar tidak keluar dari Pasar Klakap Tujuh," ulasnya.

Sebelumnya, Walikota Dumai, Zulkifli AS ternyata sudah menerbitkan Surat Penegasan pada 31 Januari 2018. Surat ini bagi Pedagang Pasar Klakap Tujuh dan Pasar Panglimo Gedang.

Ia mengimbau pedagang di Pasar Panglimo Gedang agar pindah ke Pasar Klakap Tujuh. Ia mengimbau agar pedagang segera mengisi kios, lapak dan los yang tersedia paling lambat, Selasa (6/2/2018).

"Apabila surat penegasan ini diabaikan, maka hak penempatan akan hilang. Tim terpadu akan segera mengambil langkah penertiban lebih lanjut," ujar Zul AS dalam surat penegasan.

Menurutnya, pihak terkait bakal mengkualifikasi pedagang yang sudah mendaftar. Mereka tidak membuka lapaknya di Pasar Klakap Tujuh hingga, Senin (5/2/2018). Pihak terkait bakal mengalihkan lapak ke pedagang lain di daftar tunggu.

Zul AS menyebut bahwa surat ini adalah bentuk pemberitahuan kepada para pedagang. Mereka memberitahu pedagang tentang hasil rapat tim terpadu penempatan pedagang ke Pasar Klakap Tujuh.(fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help