Tak Perduli Wajah Jadi Belang, Aksi Tujuh Srikandi KPBD Inhu Memadamkan Karlahut

Inhu juga memiliki satgas pencegahan karalhut. Mengingat bahwa Inhu merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi karalhut

Tak Perduli Wajah Jadi Belang, Aksi Tujuh Srikandi KPBD Inhu Memadamkan Karlahut
Tribun Pekanbaru/ Bynton Simanungkalit
Srikandi KPBD Inhu melakukan pemadaman di lokasi Karlahut. 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Provinsi Riau pernah mengalami masa-masa terburuk bencana kebakaran lahan dan hutan (karlahut). Ribuan jiwa menjadi korban, aktifitas ekonomi menjadi terganggu karena kabut asap yang melanda Riau tiga tahun silam. Meski begitu, selama dua tahun belakangan Provinsi Riau bebas dari bencana asap. Hal itu tidak terlepas dari keberhasilan Satuan Tugas (Satgas) pencegahan karlahut yang terdiri dari personil TNI, Polri, KPBD, Manggala Agni dan sejumlah personil lainnya.

Inhu juga memiliki satgas pencegahan karalhut. Mengingat bahwa Inhu merupakan salah satu daerah yang rawan terjadi karalhut. Satgas pencegahan karlahut yang ada di Inhu selama beberapa hari ini juga sudah berhasil memadamkan titik api di sejumlah loakasi, diantara Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, dan Desa Rawa Sekip, Kecamatan Rengat. Siapa yang menyangka para petugas yang melakukan pemadaman, ternyata tidak semuanya laki-laki. Diantara mereka juga ada petugas perempuan yang terjun langsung memadamkan api di lapangan.

Berdasarkan data dari KPBD Inhu, ada tujuh petugas perempuan yang bertugas melakukan pemadaman di lapangan. Petugas perempuan itu disebut Srikandi KPBD Inhu. Ketujuh petugas tersebut, antara lain Melvanora Widiantari, Mismawati, R Yeni Ria Anggraini, Uti Yunia, Restu Andini, Novika Desmawati, Nurmaini Susilawati. Saat sedang diwawancara salah seorang Srikandi KPBD Inhu, Melavanora mengungkapkan dirinya dan tiga orang rekannya sedang memadamkan api Rawa Sekip, Kecamatan Rengat.

Melvanora mengaku sudah beberapa kali terjun melakukan pemadaman api selama bertugas di KPBD Inhu. Selama itu, dirinya mengaku menikmati. Bahkan Melavnora mengaku tidak takut wajahnya menjadi belang karena harus panas-panasan di bawah terik matahari saat sedang melakukan pemadaman. "Kita asyik-asyik saja," ujarnya santai. Memang dirinya mengaku pekerjaan itu begitu dinikmatinya, sehingga setiap kendala tidak menjadi penghalang baginya menjalankan tugas.

Meski kodratnya perempuan, namun saat bertugas para srikandi KPBD Inhu itu juga tidak kalah tangguh dengan petugas pria saat melakukan pemadaman. Tangan-tangan mereka mampu mengangkat dan menahan nozzle air yang menembakan air untuk memadamkan api. Berat selang mencapai puluhan kilogram menjadi enteng karena mereka angkat secara bersama-sama.

Menjadi petugas satgas pemadaman karlahut juga didukung oleh para suami mereka. Meski terkadang harus pulang malam, namun Melvanora berkata bahwa suami mereka tidak masalah dengan hal itu. "Mereka hanya memperingatkan agar hati-hati saat bertugas," katanya. Oleh karena dukungan keluarga, mereka senantiasa bersemangat menjalankan tugas menanggulangi bencana.

Meski begitu, para Srikandi itu sering sekali menemukan kendala di lapangan. Apabila terjadi karlahut, mereka harus melewati medan yang terbilang sulit mulai dari kondisi tanah gambut, kemudian jarak lokasi yang jauh. "Terkadang kami berangkat pagi, sampai di lokasi baru tengah hari," katanya. Seperti saat mereka melakukan pemadaman di Desa Rawa Sekip, untuk sampai ke sana mereka harus menyebrang sungai dengan menggunakan pompong.

Selain itu, mereka juga harus menenteng alat pemadaman berupa pompa dan berjalan beberapa kilometer, sehingga sangat menguras tenaga. Namun Melvanora dan rekan-rekannya sesama Srikandi tidak menyerah untuk bisa memadamkan api demi mencegah terjadinya bencana asap yang membuat sakit ribuan bahkan hingga jutaan manusia. "Kita hanya ingin menolong sesama, agar bencana asap tidak terjadi lagi," katanya.

Terpisah Kepala KPBD Inhu, Indra T mengakui bahwa pihaknya selama beberapa hari belakangan menurunkan petugas ke sejumlah titik untuk melakukan pemadaman api. "Semenjak tanggal 2 Februari kemarin kita sudah menurunkan petugas untuk memadamkan api di sejumlah titik, diantaranya Desa Talang Jerinjing dan Desa Rawa Sekip," katanya. Kondisi terkini sejumlah titik api di dua lokasi itu mampu tertangani oleh Satgas KPBD Inhu dibantu dengan petugas dari TNI, Polisi, dan Manggala Agni.

Terkait pekerjan para Srikandi KPBD Inhu itu, Indra mengaku bangga. Harapannya semangat para srikandi itu bisa ditiru oleh para petugas lainnya. (ton)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved