Tembok GOR Rubuh, Komisi III DPRD Kota Dumai Berencana Panggil Pihak Dinas PUPR Dumai

Saat ini tidak ada lagi aktifitas di areal itu pasca rubuhnya tembok proyek bernilai Rp 4,7 Miliar.

Tembok GOR Rubuh, Komisi III DPRD Kota Dumai Berencana Panggil Pihak Dinas PUPR Dumai
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Tampak reruntuhan tembok GOR Dumai di Jalan Arifin Achmad, Kota Dumai, Rabu (7/2/2018). Tembok ini rubuh pada Januari 2018 lalu. Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,BUKITKAPUR- Komisi III DPRD Dumai berencana memanggil pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dumai dalam waktu dekat. Mereka sudah turun ke lapangan melihat langsung reruntuhan tembok Gelanggang Olah Raga (GOR) Dumai. Saat ini tidak ada lagi aktifitas di areal itu pasca rubuhnya tembok proyek bernilai Rp 4,7 Miliar.

Legislator DPRD Kota Dumai berencana menanyakan penyebab rubuhnya tembok. Tembok GOR di Jalan Arifin Achmad ini rubuh pada Januari 2018 lalu.

"Kami akan mencari tahu penyebab rubuhnya tembok ini," terang Anggota Komisi III DPRD Kota Dumai, Johannes MT Tetelepta kepada Tribun, Rabu (7/2/2018).

Dewan bakal mempertanyakan kinerja PT Laras Surya Mandiri dalam proyek itu. Dewan juga mempertanyakan kinerja konsultan pengawas yakni Jack Consultant. Perusahaan ini juga jadi pengawas di proyek rigid Jalan Budi Kemuliaan tahun 2017 lalu.

Sebelumnya, Pihak Dinas PUPR Kota Dumai menegaskan bahwa faktor alam jadi faktor utama rubuhnya tembok GOR Dumai pada Januari 2018 lalu. Mereka menyebut air sempat menggenangi pondasi tembok. Bagian bawah tembok terus menerus tergerus air.

"Tembok pun akhirnya rubuh perlahan karena air yang menggenang di sana. Pondasi tergerus air," terang Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Dumai, Riau Satriya kepada Tribun.

Pembangunan tembok dan penimbunan lahan ini merupakan tahap I pembangunan GOR Dumai. Pemerintah Provinsi Riau menggelontorkan dana Bantuan Keuangan tahun 2017 sebesar Rp 4,7 Miliar.
Pihak PUPR Kota Dumai ternyata sudah memutus kontrak PT Laras Surya Mandiri dalam proyek itu.

Perusahaan yang berlamat di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu adalah pemenang lelang pada proyek Pembangunan Gedung Olaharaha Dumai tahun 2017. Mereka mengerjakan proyek pembangunan tahap I GOR Dumai.

Pihak rekanan ternyata tidak mampu mengerjakan proyek selama 110 hari kerja. Mereka tidak mampu menuntaskan proyek hingga 25 Desember 2017. Mereka meminta perpanjangan proyek selama empat hari hingga 29 Desember 2017.

"Kami dari dinas memutuskan kontrak dan telah mencairkan jaminan pelaksanaan sebesar lima persen dari nilai kontrak. Kami sudah setorkan ke kas daerah," papar Rio. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help