Tokoh Riau Minta Pemerataan ke Meranti dan Inhil

Para tokoh ini menyampaikan kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini terutama dalam Pemerataan pembangunan

Tokoh Riau Minta Pemerataan ke Meranti dan Inhil
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Jembatan Siak IV Pekanbaru tengah dalam proses pengerjaan, Selasa (17/12/2017). Sempat terhenti beberapa tahun, kini jembatan tersebut mulai dikerjakan. Pemerintah Provinsi Riau menargetkan pada akhir 2018 jembatan itu akan selesai secara maksimal. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Sejumlah tokoh masyarakat di Riau hadir dalam forum konsultasi publik jelang pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Riau Rabu (7/2).

Para tokoh ini menyampaikan kondisi yang terjadi di masyarakat saat ini terutama dalam Pemerataan pembangunan khusus di daerah pesisir. Seperti yang disampaikan Mantan Sekda Tengku Lukman Jaafar.

"Pemerataan pembangunan menjadi hal yang harus diperhatikan, bukan karena tidak dibangun namun karena medan yang sulit seperti di Meranti dan Inhil, "ujar Tengku Lukman saat forum berlangsung.

Tidak hanya itu menurut Tengku Lukman cara menggali potensi juga harus disamaratakan dengan cara menggali potensi yang ada di daerah masing-masing tersebut.

"Memang pemerataan sulit karena alamnya sulit. Seperti Meranti dan Inhil Pelalawan juga makanya harus betul - betul dilakukan pemerataan, "ujar Tengku Lukman.

Tengku Lukman menambahkan saat ini pencapaian yang dilakukan Pemerintah cukup bagus cuma yang penting pencapaiannya apakah sudah dinikmati masyarakat.

"Harus ditekankan lagi terutama untuk dua Kabupaten ini yang menjadi perhatian," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang hadir dalam Forum diskusi publik itu menyampaikan Pemerintah Provinsi Riau akan tetap membangun dengan pemerataan pembangunan terutama untuk Meranti dan Inhil.

"Untuk pembangunan kami lakukan dengan Pemerataan ini terlihat dari anggaran Bankeu yang sudah disalurkan dan pembangunan untuk masyarakat lainnya, "ujar Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur.

Andi Rachman menjelaskan masih ada beberapa misi untuk dikejar. Terutama fokus pada pembangunan infrastruktur, pelayanan pendidikan, kesehatan, menurunkan kemisikinan, peningkatan di sektor perkebunan dan pertanian dan sejenisnya.

"Infrastruktur berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap jalan dan jembatan, mendapatkan air bersih dan rasio elektifikasi. PLN sudah janji ke saya 2019 seluruh desa di Riau masuk listrik. Khususnya di daerah terisolir di Riau. Kami menyadari ini masih kurang," sambung Andi Rachman.

Dia mebambahkan, akses untuk mendapat air bersih perlu upaya lebih dan kerja keras walau sudah dibangun SPAM di Riau bagian Utara. Selain SPAM regional, BUMD sedang negosiasi untuk SPAM di wilayah Pekanbaru Selatan

Dalam sambutannya itu, Andi Rachman juga mengulas kembali tentang pergerakan perekonomian daerah dan pertumbuhan jumlah penduduk Riau di tahun 2017 dengan total sekitar 6,6 juta jiwa lebih. Jumlah pria 51% lebih dan wanita 48% lebih.

Dia menambahkan dengan kondisi indikator makro itu untuk mencapai target RPJMD perlu mengejar ketertinggalan. Dalam rencana kerja pemerintah daerah, Pemprov Riau fokus kejar ketertinggalan itu.(*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Teddy Yohannes Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help